( Radar0agi.id ) Selain membutuhkan kesabaran, petambak juga harus memastikan kualitas air tambak tetap terjaga serta ketersediaan pakan alami yang cukup. Bandeng yang dipelihara untuk kontes biasanya dibiarkan tumbuh secara alami selama bertahun-tahun hingga mencapai ukuran maksimal.
Tradisi Kontes Bandeng Kawak Gresik sendiri merupakan agenda tahunan yang selalu digelar menjelang Malam Selawe Ramadan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi salah satu ikon budaya sekaligus bentuk promosi sektor perikanan bandeng yang telah lama menjadi komoditas unggulan masyarakat pesisir.
Dalam kontes tersebut, para petambak berlomba menghadirkan bandeng berukuran besar yang telah dipelihara selama bertahun-tahun. Selain penilaian oleh dewan juri, acara ini juga biasanya diikuti dengan lelang bandeng kawak yang menarik minat masyarakat maupun kolektor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keberadaan kontes ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol kebanggaan bagi para petambak di wilayah pesisir utara Gresik. Banyak di antara mereka yang rela memelihara bandeng selama belasan tahun demi bisa ikut serta dalam kontes tersebut.
Dengan pengalaman dan rekam jejak yang dimilikinya, Syaifullah optimistis dapat kembali menghadirkan bandeng berkualitas pada kontes tahun ini. Meski begitu, ia mengaku tetap menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan tradisi yang menjadi ruh utama dari perhelatan tahunan tersebut.
“Yang penting tradisinya tetap terjaga dan petambak bisa terus menunjukkan hasil terbaiknya,” katanya.
Redaksi//
Radarpagi.id
( Ben/Gresik )










