Sampang, radarpagi.id Revitalisasi sekolah sejatinya bukan sekadar proyek fisik bernilai Ratusan Juta hingga Milliaran rupiah, melainkan investasi jangka panjang untuk mencerdaskan generasi bangsa. Sayangnya, dalam praktik di lapangan, sering muncul persoalan: proyek dikerjakan secara tertutup dan banyak dugaan penyimpangan bahkan masyarakat sekitar hanya menjadi penonton.
Seperti halnya SDN Astapah 1 material yang digunakan Diduga tidak sesuai dengan Spek/RAB yang mana pemakaian Pasir Hitam kandungan Tanah Nya Lebih Basar sehingga membuat adukan semennya terlihat Adukan Lumpur, dan Kwalitasnya dipertanyakan.
Terlihat juga Pengecoran Reng balok/balok beton Pada Ruang Kelas Tidak Maksimal banyak berlubang terlihat campuran semennya mentah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Diberitakan Sebelumnya perihal Adanya Indikasi Praktik Korupsi Kepsek Mengajak kordinasi serta meminta masukan pada awak media, hal tersebut justru memicu adanya percobaan sogok wartawan setelah ditemukannya kembali yang mana pasir kandungan Tanahnya berlebih masih dipakai.
Iya mas kita akan perbaiki semua, terimakasih atas masukannya, kita akan ganti pasirnya ungkapnya, kepala sekolah Subairi sembari sodorkan amplop pada awak media
” Ini hanya buat uang bensin, pangestoh saja dari saya, ucapnya sembari kembali sodorkan amplop pada awak media. ” Iya silahkan kalau mau dirilis atau dilaporkan yang penting saya mau perbaiki semua, katanya.
Saat media ini dilokasi terlihat juga oknum pengawas yang mana pihaknya terkesan tutup mata adanya penggunaan meterial kwalitas rendah yang tidak sesuai dengan spesifikasi, Saya Dari pengawas Dinas mas, itu hanya buat Plesteran dinding(kulitan) saja.ucapanya
Tidak untuk dibuat pasangan batu batanya, silahkan temui Kepala sekolahnya saja, ujarnya.










