Sampang, radarpagi.com – rabat Beton adalah bagian penting dalam konstruksi yang menjadi unsur utama pada bangunan. Penggunaan beton tentunya akan membuat bangunan menjadi lebih kuat dan kokoh terhadap gaya dan tekanan.
Rabat Beton umumnya dibuat dari campuran pasir, semen dan juga kerikil dengan perbandingan tertentu yang diaduk hingga merata dan ditambahkan air secukupnya.
Dalam memprosesnya agar menjadi beton yang kuat harus dikerjakan dengan benar dan tepat sehingga membuat kualitas dan karakteristik beton pada bangunan sesuai dengan perencanaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam proses pembuatan beton mungkin terlihat mudah hanya mencampurkan komponen semen, pasir dan kerikil serta air saja.
Namun ada banyak hal yang harus di perhatikan untuk mendapatkan beton yang kuat dengan hasil yang memuaskan.
Kesalahan dalam proses pembuatan beton tentunya akan menghasilkan beton yang mudah keropos yang mungkin kedepannya akan menimbulkan kecacatan yang bisa mempengaruhi kekuatan struktur bangunan.
Seperti halnya yang ada di desa Jrengik pekerjaan rabat beton terkesan asal jadi, pasalnya pekerjaan tersebut baru selesai anggaran Dana Desa TA. 2025, Hasil monitoring media ini finishing pekerjaan sangat buruk dan sembrono,
Batu krikilnya banyak keluar dan bergelombang, Pekerjaan rabat beton yang hasil akhirnya jelek dan asal jadi bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kualitas bahan yang buruk, proses pengerjaan yang tidak sesuai standar, atau kurangnya pengawasan.
Finishing yang buruk bisa menimbulkan spekulasi jelek di kalangan Masyarakat ,bahkan bisa adanya dugaan indikasi Penyimpangan serta rawan pratik tindak pidana korupsi
Untuk mendapatkan hasil yang baik, pastikan material yang digunakan berkualitas, proses pengecoran dilakukan dengan benar, dan ada pengawasan yang ketat selama proses pengerjaan.
Bukan hanya hasil yang buruk papan informasi atau papan merek tidak terpasang dilokasi pekerjaan, adanya beberapa temuan tersebut dipastikan tidak adanya pengawasan
Saat di tanyakan awak media PJ kades Kohhar menyampaikan, ” papan informasi memang tidak terpasang, karena Sibuk,itu dari dana desa, terkait buruknya finishing silahkan tanyakan sama pelaksana redymixnya ujarnya santai terkesan tidak ada beban tangung jawab.
Penulis : Yanto
Editor : Redaksi











Kok Ndak ada klarifikasi ya dari pihak desanya