Delapan Kali WTP, Tapi Pertanyaan Pajak Konser Masih Menggantung di Langit Sampang

- Penulis

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ini adalah Ilustrasi
Gambar ini adalah Ilustrasi

 

SAMPANG (radarpagi.id) – Delapan kali berturut-turut Pemerintah Kabupaten Sampang meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan, prestasi itu kembali dipamerkan sebagai bukti keberhasilan tata kelola keuangan daerah.

Namun, saat euforia WTP masih berlangsung, satu polemik yang sempat menyita perhatian masyarakat Sampang belum benar-benar hilang dari ingatan warga, persoalan pajak hiburan dalam konser Amal 1 Irama Peduli Nusantara yang menghadirkan penyanyi Valen DA7 di Pangarengan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Pemerintah Kabupaten Sampang, WTP adalah simbol akuntabilitas, terapi bagi sebagian kalangan, polemik konser tersebut justru menjadi ujian sesungguhnya tentang bagaimana pemerintah memperlakukan hak keuangan daerah.

Pemerhati kebijakan publik Agus Sugito menilai masyarakat berhak mempertanyakan konsistensi pemerintah daerah, di satu sisi, pemerintah merayakan capaian WTP kedelapan, di sisi lain, muncul kontroversi mengenai kebijakan yang berkaitan dengan potensi penerimaan daerah.

“WTP itu opini atas laporan keuangan, tetapi masyarakat juga berhak bertanya bagaimana kebijakan yang menyangkut hak daerah diambil, jangan sampai penghargaan akuntabilitas dirayakan besar-besaran, sementara pertanyaan mengenai potensi pendapatan daerah justru tidak dijelaskan secara terbuka,” kata Agus. Minggu (31/05)

Menurut Agus, persoalan utama bukan lagi soal konser atau artis yang dihadirkan, yang menjadi perhatian adalah proses munculnya kebijakan dan rekomendasi yang berkaitan dengan pajak hiburan kegiatan tersebut.

“Publik perlu tahu dasar hukumnya apa, siapa yang mengusulkan, siapa yang merekomendasikan, dan kapan keputusan itu diambil, transparansi itu penting agar tidak menimbulkan persepsi adanya perlakuan khusus,” ujarnya.

Polemik itu sendiri berkembang sejak sebelum konser digelar, saat itu muncul sorotan mengenai aspek perizinan dan pelaksanaan kegiatan yang mengusung label amal namun melibatkan penjualan tiket serta menghadirkan artis nasional.

Belakangan, persoalan tersebut bahkan berujung pada laporan kepada aparat penegak hukum terkait dugaan penggelapan pajak hiburan, dalam perkembangan berikutnya, muncul kabar bahwa penyelidikan laporan tersebut dihentikan setelah adanya penjelasan dan keterlibatan terkait rekom pembebasan pajak konser tersebut oleh pemerintah daerah kabupaten sampang.

Agus menilai kasus tersebut tidak bisa dipisahkan dari narasi besar yang setiap tahun dibangun pemerintah mengenai keberhasilan tata kelola keuangan.

“Kalau pemerintah ingin menjadikan WTP sebagai bukti transparansi, maka transparansi itu harus terlihat juga ketika muncul pertanyaan dari masyarakat mengenai pajak, retribusi, atau pendapatan daerah, jangan hanya transparan saat menerima penghargaan,” katanya.

Menurut dia, delapan kali WTP seharusnya membuat standar akuntabilitas Pemerintah Kabupaten Sampang semakin tinggi, bukan sebaliknya.

“Semakin banyak penghargaan yang diterima, semakin besar pula kewajiban moral pemerintah untuk menjelaskan setiap kebijakan yang berpotensi mengurangi atau memengaruhi penerimaan daerah, itu logika yang sederhana,” ujarnya.

Agus juga mengingatkan bahwa opini WTP tidak otomatis menjawab seluruh persoalan tata kelola keuangan daerah, sebab, opini tersebut hanya menyatakan laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai standar pemeriksaan, karena itu, kata dia, masyarakat tidak boleh berhenti pada angka delapan kali WTP.

“Masyarakat harus melihat lebih jauh. Berapa rekomendasi yang sudah ditindaklanjuti, berapa potensi pendapatan yang berhasil diamankan, dan bagaimana pemerintah menjelaskan kebijakan-kebijakan yang menjadi sorotan,” katanya.

Dalam notulen, Sampang memang kembali menambah deretan prestasi dengan WTP kedelapan berturut-turut, tetapi dalam pandangan masyarakat, pertanyaan yang masih tersisa bukan lagi berapa kali WTP berhasil diraih.

Namun apakah penghargaan itu berjalan seiring dengan keterbukaan pemerintah dalam menjelaskan setiap kebijakan yang menyangkut uang rakyat, ketika pertanyaan mengenai pajak konser Valen masih terus diperbincangkan, WTP kedelapan tampaknya belum cukup untuk menutup ruang tanya tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarpagi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Sambut Idul Adha 1447 H, KJJT Pamekasan Tebar Kepedulian: Puluhan Paket Sembako Disalurkan untuk Dhuafa dan Tukang Becak”
Bukan Sekadar Sumpah, 12 Advokat PERSADIN Resmi Memulai Pengabdian di Dunia Hukum
Menjelang Idul adha, Bani Insan Peduli Bantuan Hampir Rp5 Miliar untuk Yayasan Sosial di Jawa Timur
Satreskrim Polres Pamekasan Kejar Pelaku Pencuri Emas Hingga ke NTB
Timbulnya Korban, Jekson Kapisa Soroti Tambang Ilegal Wasirawi
“Rokok Ilegal Terbongkar, Tapi Siapa Disentuh? GASI Uji Nyali Bea Cukai Madura: Berani Bongkar Aktor, atau Cukup Sita Barang?”
Satreskrim Polres Pamekasan Amankan Pelaku Curanmor di Pademawu
Oknum Guru Ngaji Terkait Dugaan Perkosaan dan Pelecehan Seksual di tahan di polres pamekasan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:28 WIB

Delapan Kali WTP, Tapi Pertanyaan Pajak Konser Masih Menggantung di Langit Sampang

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:55 WIB

“Sambut Idul Adha 1447 H, KJJT Pamekasan Tebar Kepedulian: Puluhan Paket Sembako Disalurkan untuk Dhuafa dan Tukang Becak”

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:39 WIB

Bukan Sekadar Sumpah, 12 Advokat PERSADIN Resmi Memulai Pengabdian di Dunia Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:40 WIB

Menjelang Idul adha, Bani Insan Peduli Bantuan Hampir Rp5 Miliar untuk Yayasan Sosial di Jawa Timur

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:38 WIB

Satreskrim Polres Pamekasan Kejar Pelaku Pencuri Emas Hingga ke NTB

Berita Terbaru

Uncategorized

📰 HUTAN JATI TODANAN BLORA RUSAK PARAH DAN GUNDUL

Sabtu, 13 Jun 2026 - 03:45 WIB

Nasional

HUTAN JATI TODANAN BLORA RUSAK PARAH DAN GUNDUL  

Kamis, 11 Jun 2026 - 12:10 WIB