SAMPANG (radarpagi.id) — Dugaan pelanggaran disiplin di lingkungan SMPN 1 Jrengik kian menguat. Tim investigasi bukan hanya menemukan para guru pulang sebelum waktunya, tetapi juga mendapat jawaban yang memicu sorotan publik. Senin 23-2-2026.
Saat dikonfirmasi di lokasi, salah satu oknum guru yang hendak meninggalkan sekolah lebih awal memberikan jawaban singkat dalam bahasa daerah Madura: “jhe’ pasaan.” Pernyataan tersebut jika diterjemahkan berarti “sekarang bulan puasa.”
Jawaban tersebut justru menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, alasan bulan puasa dinilai tidak serta-merta dapat menjadi dasar untuk mengakhiri jam kerja lebih cepat tanpa kebijakan resmi dari instansi berwenang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau hanya beralasan puasa lalu pulang sebelum jam dinas berakhir, ini berbahaya. ASN itu terikat aturan, bukan kebiasaan,” tegas salah satu anggota tim investigasi.
Sikap oknum guru itu dinilai terkesan membuat tafsir aturan sendiri dan berpotensi mengabaikan ketentuan disiplin aparatur sipil negara (ASN). Apalagi, hingga saat pemantauan dilakukan, tidak ditemukan pengumuman resmi terkait perubahan jam kerja di sekolah tersebut.
Pengamat pendidikan menilai, bila praktik ini dibiarkan, dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk bagi kedisiplinan tenaga pendidik. Selain merugikan proses belajar siswa, hal ini juga berpotensi mencederai integritas institusi pendidikan.
Tim investigasi mendesak pihak sekolah dan dinas terkait segera memberikan klarifikasi terbuka serta melakukan evaluasi menyeluruh.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SMPN 1 Jrengik belum memberikan keterangan resmi terkait temuan maupun pernyataan oknum guru tersebut.(Red)










