Pj Kades Asem Nonggal Membisu,Adanya Dugaan Penyimpangan Dana Desa, GEBRAK: Untuk Segera Lakukan Pembokaran 

- Penulis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 04:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang,radarpagi.id – sembrononya pekerjaan plengsengan/TPT Didesa Asem Nonggal Kecamatan Jrengik Kebupaten Sampang yang Terindikasi adanya penyimpangan serta dugaan Kuat Tindak Pidana Korupsi menjadi sorotan Publik

Diketahui Perihal pekerjaan Plengsengan Tersebut Telan Anggaran Dana Desa TA. 2025 dengan Besar nilai Rp 182 ,743,400, yang secara terang terangan melakukan dugaan Penyimpangan dengan Pembangunan Yang Terkesan Asal Jadi.

Pasalnya proyek Dana Desa Tersebut bukan Mengutamakan Kwalitas infrastruktur yang Kokoh Untuk Pembangunan Desa Yang Sejahtera namun Justru Sebaliknya Lebih Utamakan Keuntungan dan memperkaya diri per-orangan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam Hal Ini Pegiat senior Yakni Imam Bukhori Ketua (Gerakan Bersama Rakyat Anti Korupsi) GEBRAK meminta Untuk menghentikan Pekerjaan Sementara Dan Membongkar,’ Saya Minta Hentikan Dulu Pekerjaan Itu, Karena Terlalu Parah Untuk dibiarkan Berkelanjutan Dibangun, katanya.

‘ bongkar Dan Bangun Baru supaya Uang Nagara Tidak Terbuang Sia-sia dan di Makan Oleh oknum Yang Serakah, kalau masih tetap dilanjutkan makan kami Sebagai Pegiat akan Melakukan Laporan Secara resmi Dan meminta Pada Espetorat/ BPK Kabupaten Untuk lakukan Audit, ungkap Imam Bukhori.

Dana Desa Bukan Untuk ajang Mencari untung, tapi Untuk membangun desa Serta Pemberdayaan Masyarakat, bukan untuk kepentingan Peribadi Yang tampak Akan Memperkaya diri, tambah imam Bukhori

Lagi- lagi Pj Kades Asem Nonggal Bungkam Membisu Tanpa Adanya Klarikasi yang jelas, bisunya Pj Kades Tidak mencerminkan Etika baik serta abaikan Keterbukaan Publik pihaknya justru bersikap terkesan alergi dengan Wartawan.

Panggilan telepon tak diangkat, pesan WhatsApp tidak dibalas, padahal tanda status online terlihat aktif.Sikap ini memicu spekulasi buruk dan Membenarkan adanya Dugaan Tindak Pidana Korupsi

Kasi PMB Syaiful saat di konfirmasi media ini melalui Via Whatshap Mengatakan,” Maaf mas, mungkin pean bisa komunikasi dulu dengan PJ kadesnya, katanya.

La iya mas, kalau PJ nya gak ada tanggapan, saya jadi bingung Karena saya bukan Tim tehniknya, ungkap Syaiful.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarpagi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Pamekasan mengadakan kunker ke jajaran Polsek Tekankan Transparansi Anggaran, Jaga Kamtibmas, hingga Santuni Anak Yatim
Fakta Panas Persidangan: Nama Surya Nofiantoro Muncul, Peran Gelap Mulai Terendus
Fakta Mengejutkan, Nama Surya Nofiantoro Disebut-Sebut di Dalam Persidangan
Tangkap-Lepas 9 Terduga Judi Sabung Ayam, Ada Apa dengan Polres Bangkalan?
Adu Kelereng dan Kerapan Kelinci polres pamekasan tegaskan Mengandung Unsur Perjudian dan Pidana Penganiayaan Hewan
Pertunjukan Dimulai! Mabes Polri Resmi Ambil Alih Penanganan Laporan Lasbandra
Pendiri, Kaperwil dan Anggota Sepakat Tunjuk Noor Arief Prasetyo Sebagai Plt Ketua Umum KJJT
“Rutan Sampang Perketat Pengawasan, Razia dan Tes Urin Jadi Bukti Komitmen Nyata”
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 00:02 WIB

Kapolres Pamekasan mengadakan kunker ke jajaran Polsek Tekankan Transparansi Anggaran, Jaga Kamtibmas, hingga Santuni Anak Yatim

Senin, 13 April 2026 - 05:11 WIB

Fakta Panas Persidangan: Nama Surya Nofiantoro Muncul, Peran Gelap Mulai Terendus

Sabtu, 11 April 2026 - 14:46 WIB

Fakta Mengejutkan, Nama Surya Nofiantoro Disebut-Sebut di Dalam Persidangan

Sabtu, 11 April 2026 - 10:03 WIB

Tangkap-Lepas 9 Terduga Judi Sabung Ayam, Ada Apa dengan Polres Bangkalan?

Kamis, 9 April 2026 - 16:00 WIB

Adu Kelereng dan Kerapan Kelinci polres pamekasan tegaskan Mengandung Unsur Perjudian dan Pidana Penganiayaan Hewan

Berita Terbaru

Nasional

Perhutani Sediakan Lahan 40 Hektar untuk Ekspor Cabe Jawa

Kamis, 16 Apr 2026 - 11:26 WIB