SUMENEP,Media Radarpagi. id. Ketidak pastian hukum yang berlarut-larut memaksa keluarga Bapak Saruji angkat bicara. Sudah lebih dari satu tahun kasus dugaan penyerobotan dan pengrusakan lahan mereka berjalan, namun hingga kini belum ada titik terang. Pihak keluarga kini menaruh harapan besar agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Polres Sumenep segera mengambil langkah konkret demi tegaknya keadilan.Rabu/13/05/2026

Persoalan ini bukan sekadar sengketa tanah biasa. Bagi keluarga Bapak Saruji, tindakan yang diduga dilakukan oleh Nahrawi dan Samsuri telah menimbulkan keresahan mendalam yang mengganggu ketenangan hidup mereka. Oleh karena itu, keluarga mendesak agar proses hukum dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara khusus, pihak keluarga meminta perhatian serius dari jajaran penyidik Polres Sumenep. Mereka berharap Kanit Bapak Asmuni beserta tim penyidik, Bapak Imam dan Bapak Wildan, dapat segera menentukan sikap dan mengambil tindakan tegas terhadap para terduga pelaku.
“Kami hanya memohon kejelasan. Kami ingin ada tindakan nyata yang sesuai dengan koridor hukum agar permasalahan ini tidak terus berlarut-larut. Kepastian hukum adalah satu-satunya cara agar situasi tidak semakin memanas,” ungkap perwakilan keluarga Bapak Saruji.
Keluarga menegaskan bahwa sinergi antara BPN dan Polres Sumenep sangat krusial dalam membedah kasus ini. Tanpa kolaborasi yang maksimal, dikhawatirkan konflik agraria seperti ini akan terus menggantung tanpa solusi, yang pada akhirnya dapat mengganggu ketertiban di tengah masyarakat.
Harapan besar kini tertumpu pada integritas aparat penegak hukum di Sumenep untuk segera menghadirkan rasa keadilan dan kepastian hukum yang selama ini dinanti oleh keluarga Bapak Saruji.
Redaksi:Team
Editor:Team











