Skandal MBG di MTsN 1 Sampang: Menu Mirip Pakan Ayam, Wali Murid Bongkar Dugaan SPPG Nakal, BGN Diuji Ketegasannya

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG (radarpagi.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai kebijakan strategis negara untuk menyelamatkan generasi muda justru tercoreng di MTsN 1 Sampang. Makanan yang dibagikan kepada siswa memicu gelombang kemarahan wali murid karena dinilai tidak layak konsumsi, miskin gizi, serta jauh dari standar nasional. Kondisi ini bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan memunculkan dugaan serius adanya praktik curang dan pembiaran sistematis di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sekaligus menjadi ujian nyata bagi ketegasan Badan Gizi Nasional (BGN). Jumat (30/1/2026).

Berdasarkan dokumentasi foto serta keterangan wali murid yang diterima redaksi, menu MBG yang dibagikan kepada siswa tampak memprihatinkan. Hidangan hanya berisi makaroni rebus yang menggumpal dengan suwiran ayam dalam jumlah sangat terbatas, tahu goreng berbalut tepung yang dipotong kecil-kecil, serta sayuran berupa kacang panjang dan wortel dengan porsi minimal. Secara visual maupun kuantitas, menu tersebut dinilai tidak proporsional dan jauh dari kecukupan gizi yang dibutuhkan anak usia sekolah.

Salah satu wali murid, Wirno, mengaku terkejut sekaligus geram setelah melihat langsung makanan yang dibawa pulang anaknya. Ia menilai menu MBG tersebut bukan hanya mengecewakan, tetapi telah mencederai makna “bergizi” yang selama ini dikampanyekan pemerintah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau dilihat langsung, ini jelas bukan makan bergizi. Jujur saja, tampilannya seperti pakan ayam. Ayamnya disuwir kecil-kecil seperti semut, makaroninya direbus asal, sayurnya cuma hitungan potong, tahu kecil seperti uang koin. Ini tidak pantas untuk anak sekolah,” tegas Wirno.

Menurutnya, kualitas menu yang buruk itu menguatkan dugaan adanya SPPG yang bekerja tidak profesional, mengabaikan standar gizi, dan lebih berorientasi pada keuntungan semata dibanding keselamatan serta kesehatan anak.

“Program MBG ini dananya besar dan niatnya sangat baik. Tapi kalau pelaksananya seperti ini, BGN tidak boleh lunak. SPPG yang nakal harus dihentikan dan izinnya dicabut. Jangan dibiarkan merusak program strategis negara,” lanjutnya.

Wirno menegaskan bahwa pembiaran terhadap kualitas makanan yang buruk bukan hanya meruntuhkan kepercayaan publik, tetapi juga berpotensi mengorbankan kesehatan dan tumbuh kembang generasi muda. Ia mendesak BGN agar tidak berhenti pada pembinaan administratif semata, melainkan melakukan evaluasi menyeluruh disertai sanksi tegas terhadap penyedia yang terbukti melanggar standar.

“Kalau ini dibiarkan, berarti negara ikut abai. Anak-anak bukan kelinci percobaan. MBG harus dijalankan sesuai standar gizi, bukan sekadar formalitas laporan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak penyedia MBG terkait dugaan pelanggaran tersebut. Sementara itu, Kepala MTsN 1 Sampang belum memberikan keterangan resmi meski telah dihubungi untuk dimintai tanggapan atas polemik yang mencuat.

Publik kini menanti sikap tegas Badan Gizi Nasional agar program Makan Bergizi Gratis tidak disusupi praktik curang, tidak dikhianati oleh pelaksana di lapangan, serta benar-benar dijalankan sesuai standar gizi yang telah ditetapkan demi melindungi hak, kesehatan, dan masa depan peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarpagi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Produksi Rokok Ilegal Diduga Berjalan Lama, Warga Tambelangan Desak Bea Cukai Turun Tangan”
“Nofi Diseret di Sidang, Menghilang dari Proses: Dugaan Pengatur Keterangan Kasus PEN Sampang Menguat”
Tambang Ilegal Bangkalan “Mati Suri” Ada Apa Dengan Penegak Hukum
Kapolres Pamekasan mengadakan kunker ke jajaran Polsek Tekankan Transparansi Anggaran, Jaga Kamtibmas, hingga Santuni Anak Yatim
Fakta Panas Persidangan: Nama Surya Nofiantoro Muncul, Peran Gelap Mulai Terendus
Fakta Mengejutkan, Nama Surya Nofiantoro Disebut-Sebut di Dalam Persidangan
Tangkap-Lepas 9 Terduga Judi Sabung Ayam, Ada Apa dengan Polres Bangkalan?
Adu Kelereng dan Kerapan Kelinci polres pamekasan tegaskan Mengandung Unsur Perjudian dan Pidana Penganiayaan Hewan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:43 WIB

“Produksi Rokok Ilegal Diduga Berjalan Lama, Warga Tambelangan Desak Bea Cukai Turun Tangan”

Jumat, 17 April 2026 - 18:37 WIB

“Nofi Diseret di Sidang, Menghilang dari Proses: Dugaan Pengatur Keterangan Kasus PEN Sampang Menguat”

Jumat, 17 April 2026 - 16:15 WIB

Tambang Ilegal Bangkalan “Mati Suri” Ada Apa Dengan Penegak Hukum

Jumat, 17 April 2026 - 00:02 WIB

Kapolres Pamekasan mengadakan kunker ke jajaran Polsek Tekankan Transparansi Anggaran, Jaga Kamtibmas, hingga Santuni Anak Yatim

Senin, 13 April 2026 - 05:11 WIB

Fakta Panas Persidangan: Nama Surya Nofiantoro Muncul, Peran Gelap Mulai Terendus

Berita Terbaru