Lomba Kelereng Jadi Hiburan Rakyat di Sejumlah Wilayah Sampang

- Penulis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto permainan kelereng ( istimewa)

i

Foto permainan kelereng ( istimewa)

Sampang (RADAR PAGI) — Lomba kelereng masih menjadi hiburan rakyat yang diminati warga di sejumlah wilayah Kabupaten Sampang.

Permainan tradisional ini digelar di antaranya di Desa Paseyan, Dusun Kaso’an, Desa Aengsareh, serta Jalan Aji Gunung, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, sebagai sarana hiburan dan kebersamaan warga tanpa unsur perjudian.

Seorang warga Desa Paseyan, Murad, mengatakan lomba kelereng yang digelar di wilayahnya murni bersifat hiburan dan tidak disertai taruhan uang maupun bentuk perjudian lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dulu memang pernah dibubarkan karena dikira ada perjudian, ternyata hanya fitnah,” ujar Murad. Sabtu (24/01)

Ia menjelaskan, tudingan perjudian yang sempat mencuat tidak sesuai dengan fakta di lapangan, menurutnya, lomba kelereng berbeda dengan praktik perjudian yang selama ini dikenal masyarakat.

“Kalau judi itu seperti sabung ayam atau merpati, kalau omba kelereng ini murni perlombaan, mengandalkan keterampilan, bukan taruhan,” katanya.

Murad juga menyinggung adanya pihak tertentu yang sempat meminta “jatah rokok” dalam kegiatan tersebut, namun, permintaan itu tidak dipenuhi warga dan tidak menjadi bagian dari aktivitas lomba.

“Memang ada preman yang minta jatah rokok, tapi tidak beri, mungkin karena itu kemudian muncul fitnah kalau ini judi,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad, warga Desa Aengsareh, mengatakan lomba kelereng digelar secara terbuka dan menjadi ajang silaturahmi antarwarga, anak-anak hingga orang dewasa turut hadir, baik sebagai peserta maupun penonton, sehingga suasana kampung menjadi lebih hidup.

“Kegiatan ini sederhana, tapi bisa mengumpulkan warga, semua datang dengan senang hati walau masih belum bisa setiap hari diadakan,” katanya.

Hal senada disampaikan Sulaiman, warga Jalan Aji Gunung, Kelurahan Gunung Sekar, ia menilai lomba kelereng menjadi hiburan murah meriah yang dapat dinikmati semua kalangan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

“Sekarang hiburan mahal, kalau lomba kelereng begini, semua bisa ikut, nonton juga gratis, anak-anak senang, orang tua ikut terhibur,” ujarnya.

Menurut Sulaiman, kegiatan tersebut juga membantu mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gawai karena mereka diajak berinteraksi langsung melalui permainan tradisional.

“Daripada anak-anak main HP terus, lebih baik main kelereng, ada interaksi, ada tawa, suasana kampung jadi ramai tapi positif,” katanya.

Warga menilai lomba kelereng membawa dampak positif bagi lingkungan karena menghadirkan hiburan sederhana sekaligus melestarikan permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan.

“Kegiatan seperti ini justru mempererat kebersamaan warga dan menghidupkan suasana kampung,” kata Sulaiman

Warga juga menyatakan terbuka apabila kegiatan tersebut dipantau oleh aparat atau pihak terkait guna memastikan tetap berjalan sebagai hiburan rakyat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Lomba kelereng merupakan permainan tradisional yang telah lama dikenal di masyarakat dan hingga kini masih bertahan sebagai salah satu bentuk hiburan rakyat yang sederhana, inklusif, dan sarat nilai kebersamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarpagi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Produksi Rokok Ilegal Diduga Berjalan Lama, Warga Tambelangan Desak Bea Cukai Turun Tangan”
“Nofi Diseret di Sidang, Menghilang dari Proses: Dugaan Pengatur Keterangan Kasus PEN Sampang Menguat”
Tambang Ilegal Bangkalan “Mati Suri” Ada Apa Dengan Penegak Hukum
Kapolres Pamekasan mengadakan kunker ke jajaran Polsek Tekankan Transparansi Anggaran, Jaga Kamtibmas, hingga Santuni Anak Yatim
Fakta Panas Persidangan: Nama Surya Nofiantoro Muncul, Peran Gelap Mulai Terendus
Fakta Mengejutkan, Nama Surya Nofiantoro Disebut-Sebut di Dalam Persidangan
Tangkap-Lepas 9 Terduga Judi Sabung Ayam, Ada Apa dengan Polres Bangkalan?
Adu Kelereng dan Kerapan Kelinci polres pamekasan tegaskan Mengandung Unsur Perjudian dan Pidana Penganiayaan Hewan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:43 WIB

“Produksi Rokok Ilegal Diduga Berjalan Lama, Warga Tambelangan Desak Bea Cukai Turun Tangan”

Jumat, 17 April 2026 - 18:37 WIB

“Nofi Diseret di Sidang, Menghilang dari Proses: Dugaan Pengatur Keterangan Kasus PEN Sampang Menguat”

Jumat, 17 April 2026 - 16:15 WIB

Tambang Ilegal Bangkalan “Mati Suri” Ada Apa Dengan Penegak Hukum

Jumat, 17 April 2026 - 00:02 WIB

Kapolres Pamekasan mengadakan kunker ke jajaran Polsek Tekankan Transparansi Anggaran, Jaga Kamtibmas, hingga Santuni Anak Yatim

Senin, 13 April 2026 - 05:11 WIB

Fakta Panas Persidangan: Nama Surya Nofiantoro Muncul, Peran Gelap Mulai Terendus

Berita Terbaru