“Produksi Rokok Ilegal Diduga Berjalan Lama, Warga Tambelangan Desak Bea Cukai Turun Tangan”

- Penulis

Minggu, 19 April 2026 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG (radarpagi.id) – Aktivitas sebuah pabrik rokok yang diduga beroperasi tanpa cukai di Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, menuai sorotan tajam dari warga.

Perusahaan yang disebut-sebut CV Hanadi Jaya milik seorang berinisial H. S tersebut diduga memproduksi rokok merek OGold dan L300 tanpa pita cukai resmi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peredaran rokok tanpa cukai itu telah berlangsung cukup lama dan diduga beredar luas di wilayah Sampang hingga luar daerah, praktik ini tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, tetapi juga memicu keresahan masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah warga mengaku tidak merasakan manfaat keberadaan pabrik tersebut, alih-alih membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, operasional pabrik justru didominasi mesin dan tenaga kerja dari luar desa.

“Intinya tidak ada manfaatnya untuk warga sini, yang kerja juga bukan orang sekitar, kebanyakan dari luar Tambelangan,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Kekecewaan warga kian memuncak karena keberadaan pabrik dinilai tidak memberikan dampak ekonomi signifikan bagi lingkungan sekitar, bahkan, sebagian warga secara tegas menyatakan tidak mengharapkan keberadaan industri tersebut di wilayah mereka.

“Kami tidak berharap ada pabrik seperti ini kalau hanya merugikan dan tidak ada kontribusi untuk masyarakat,” tambahnya.

Warga pun mendesak pihak Bea Cukai agar segera turun tangan melakukan penertiban dan penindakan terhadap dugaan pelanggaran tersebut.

Mereka berharap ada langkah tegas guna menghentikan aktivitas produksi rokok ilegal yang dinilai merugikan negara dan masyarakat.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak CV Hanadi Jaya masih belum dilakukan berhubung tidak punya akses Contac personnya

Di sisi lain, pihak humas Bea Cukai juga belum memberikan tanggapan resmi. Diduga karena bertepatan dengan hari libur, konfirmasi yang dilayangkan awak media belum mendapat respon.

Kasus ini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum dan otoritas terkait untuk menunjukkan komitmen dalam memberantas peredaran rokok ilegal yang kian marak di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Sampang.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarpagi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Nofi Diseret di Sidang, Menghilang dari Proses: Dugaan Pengatur Keterangan Kasus PEN Sampang Menguat”
Tambang Ilegal Bangkalan “Mati Suri” Ada Apa Dengan Penegak Hukum
Kapolres Pamekasan mengadakan kunker ke jajaran Polsek Tekankan Transparansi Anggaran, Jaga Kamtibmas, hingga Santuni Anak Yatim
Fakta Panas Persidangan: Nama Surya Nofiantoro Muncul, Peran Gelap Mulai Terendus
Fakta Mengejutkan, Nama Surya Nofiantoro Disebut-Sebut di Dalam Persidangan
Tangkap-Lepas 9 Terduga Judi Sabung Ayam, Ada Apa dengan Polres Bangkalan?
Adu Kelereng dan Kerapan Kelinci polres pamekasan tegaskan Mengandung Unsur Perjudian dan Pidana Penganiayaan Hewan
Pertunjukan Dimulai! Mabes Polri Resmi Ambil Alih Penanganan Laporan Lasbandra
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:43 WIB

“Produksi Rokok Ilegal Diduga Berjalan Lama, Warga Tambelangan Desak Bea Cukai Turun Tangan”

Jumat, 17 April 2026 - 18:37 WIB

“Nofi Diseret di Sidang, Menghilang dari Proses: Dugaan Pengatur Keterangan Kasus PEN Sampang Menguat”

Jumat, 17 April 2026 - 16:15 WIB

Tambang Ilegal Bangkalan “Mati Suri” Ada Apa Dengan Penegak Hukum

Jumat, 17 April 2026 - 00:02 WIB

Kapolres Pamekasan mengadakan kunker ke jajaran Polsek Tekankan Transparansi Anggaran, Jaga Kamtibmas, hingga Santuni Anak Yatim

Senin, 13 April 2026 - 05:11 WIB

Fakta Panas Persidangan: Nama Surya Nofiantoro Muncul, Peran Gelap Mulai Terendus

Berita Terbaru