SAMPANG (radarpagi) – Penyaluran Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh SPPG Banyukapah Rumah Elang Juang Emas kembali menuai gelombang kritik tajam. Paket yang dibagikan pada Senin (23/2) tidak hanya diduga di bawah standar, tetapi dinilai sudah melenceng jauh dari ruh program pemenuhan gizi bagi siswa.
Belum genap sepekan dari polemik sebelumnya, persoalan serupa kembali mencuat dan memantik kemarahan publik. Sejumlah aktivis di Sampang menilai kualitas maupun kuantitas paket MBG kali ini kian sulit diterima logika.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket jatah tiga hari itu hanya berisi satu bungkus klip serundeng, tiga butir telur ayam, satu buah jeruk, kacang kupas, empat butir kurma, serta dua ubi jalar/ketela. Nilai ekonominya ditaksir hanya berkisar Rp14.000—angka yang dianggap jomplang dengan alokasi anggaran yang semestinya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini memicu kecurigaan serius. Program MBG bahkan mulai disorot sebagai sektor yang rawan penyimpangan jika pengawasan lemah. Di lapangan, berbagai temuan disebut menunjukkan pola “pengerdilan porsi” yang berulang, sehingga memunculkan pertanyaan publik: ke mana larinya selisih anggaran?
Seorang aktivis Sampang yang meminta identitasnya dirahasiakan menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia memastikan laporan resmi segera dilayangkan ke Mapolres Sampang.
“Kami akan laporkan ke APH agar hak penerima manfaat tidak dipereteli. Program ini jangan sampai berubah jadi ladang bancakan oknum,” tegasnya.
Menurutnya, polemik MBG di wilayah tersebut sudah menunjukkan pola berulang, bukan lagi insiden sporadis. Ia menduga ada persoalan serius yang perlu diusut secara menyeluruh dan transparan.
“Ini bukan lagi soal kelalaian kecil. Ini menyangkut hak gizi siswa. Kalau pola seperti ini terus berulang, wajar publik curiga ada yang tidak beres. SPPG yang bermain-main harus ditindak tegas,” pungkasnya.
Sejumlah pihak juga mendorong pemerintah pusat, termasuk Prabowo Subianto, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di daerah, khususnya pada rantai distribusi. Mereka menilai penindakan tegas terhadap oknum pelaksana nakal penting agar penerima manfaat tidak terus menjadi korban.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Banyukapah Rumah Elang Juang Emas belum memberikan klarifikasi resmi atas sorotan keras tersebut.










