Angka Bicara Keras: Klaim KSPPG Aeng Sareh Dipermalukan Data

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG (radarpagi.id) — Klaim Kepala Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Aengsareh bahwa distribusi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) telah sesuai prosedur dan pagu anggaran, kini menuai sorotan. Hasil penelusuran lapangan menunjukkan adanya selisih harga signifikan antara rincian anggaran yang disampaikan pengelola dan harga eceran di pasaran, Rabu(25/2/2026).

Sebelumnya, Kepala SPPG Aengsareh, Nuraini Rahila, menyatakan paket MBG tiga harian periode 23–25 Februari 2026 senilai Rp24.000 telah dihitung matang dan sesuai regulasi yang mengacu pada arahan Badan Gizi Nasional (BGN). Paket tersebut terdiri atas lima butir telur puyuh, apel, buah naga, dua donat/roti, serta satu susu kotak.

Namun, berdasarkan data harga yang disampaikan pihak SPPG, total paket mencapai Rp24.050 dengan rincian: telur puyuh Rp2.300, apel Rp4.500, buah naga Rp6.600, donat Rp7.000 (2 pcs), dan susu Rp3.650.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim media Garuda08 bersama Ormas MAI melakukan pengecekan harga eceran di sejumlah titik penjualan di wilayah Sampang. Hasilnya menunjukkan harga pasar yang lebih rendah. Telur puyuh lima butir didapati sekitar Rp2.000 (selisih Rp300), apel Rp3.500 (selisih Rp1.000), buah naga Rp2.500 (selisih Rp4.100), dua donat Rp4.000 (selisih Rp3.000), serta susu Rp3.500 (selisih Rp150).

Jika dijumlahkan, total selisih per paket mencapai Rp8.500. Dengan asumsi distribusi sebanyak 2.543 paket selama tiga hari, potensi selisih anggaran diduga di korupsi mencapai Rp21.615.500.

Temuan ini memunculkan pertanyaan atas pernyataan pengelola terkait mekanisme “subsidi silang” yang disebut digunakan untuk menutup fluktuasi harga bahan baku. Sebab, berdasarkan pantauan harga eceran, mayoritas komponen justru berada di bawah nilai yang dianggarkan.

Sekretaris Ormas Macan Asia Indonesia (MAI) DPC Sampang, Hariansyah, menyatakan keprihatinannya atas perbedaan harga tersebut. Menurutnya, program MBG merupakan program strategis pemerintah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Kami sangat menyayangkan adanya perbedaan harga yang cukup signifikan. Kalau memang sudah ada margin atau keuntungan yang diberikan pemerintah sekitar Rp2.000 per porsi MBG, itu sudah cukup. Jangan mencari keuntungan lagi karena itu bisa masuk kategori korupsi,” tegas Hariansyah, Rabu (25/2/2026).

Ia menilai, apabila benar terdapat selisih harga yang tidak bisa dijelaskan secara transparan, maka perlu ada audit terbuka agar tidak menimbulkan kecurigaan publik. MAI, kata dia, mendukung program peningkatan gizi pelajar, tetapi pelaksanaannya harus bersih dari praktik yang merugikan negara.

“Program ini untuk anak-anak. Jangan sampai niat baik pemerintah tercoreng karena pengelolaan yang tidak transparan. Kami mendorong agar aparat pengawas internal maupun eksternal turun melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Perbedaan data harga antara pengelola dan hasil pengecekan lapangan kini menjadi perhatian publik di Sampang. Transparansi dokumen pembelian, kontrak pemasok, serta bukti transaksi dinilai penting untuk menjawab dugaan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG di daerah. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarpagi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tambang Ilegal Bangkalan “Mati Suri” Ada Apa Dengan Penegak Hukum
Kapolres Pamekasan mengadakan kunker ke jajaran Polsek Tekankan Transparansi Anggaran, Jaga Kamtibmas, hingga Santuni Anak Yatim
Fakta Panas Persidangan: Nama Surya Nofiantoro Muncul, Peran Gelap Mulai Terendus
Fakta Mengejutkan, Nama Surya Nofiantoro Disebut-Sebut di Dalam Persidangan
Tangkap-Lepas 9 Terduga Judi Sabung Ayam, Ada Apa dengan Polres Bangkalan?
Adu Kelereng dan Kerapan Kelinci polres pamekasan tegaskan Mengandung Unsur Perjudian dan Pidana Penganiayaan Hewan
Pertunjukan Dimulai! Mabes Polri Resmi Ambil Alih Penanganan Laporan Lasbandra
Pendiri, Kaperwil dan Anggota Sepakat Tunjuk Noor Arief Prasetyo Sebagai Plt Ketua Umum KJJT
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 16:15 WIB

Tambang Ilegal Bangkalan “Mati Suri” Ada Apa Dengan Penegak Hukum

Jumat, 17 April 2026 - 00:02 WIB

Kapolres Pamekasan mengadakan kunker ke jajaran Polsek Tekankan Transparansi Anggaran, Jaga Kamtibmas, hingga Santuni Anak Yatim

Senin, 13 April 2026 - 05:11 WIB

Fakta Panas Persidangan: Nama Surya Nofiantoro Muncul, Peran Gelap Mulai Terendus

Sabtu, 11 April 2026 - 14:46 WIB

Fakta Mengejutkan, Nama Surya Nofiantoro Disebut-Sebut di Dalam Persidangan

Sabtu, 11 April 2026 - 10:03 WIB

Tangkap-Lepas 9 Terduga Judi Sabung Ayam, Ada Apa dengan Polres Bangkalan?

Berita Terbaru

Nasional

Perhutani Sediakan Lahan 40 Hektar untuk Ekspor Cabe Jawa

Kamis, 16 Apr 2026 - 11:26 WIB