“Tiga Kecamatan Dilanda Longsor, BPBD Sampang Perkuat Koordinasi Lintas Sektor”

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG(radarpagi.id) – Bencana longsor kembali menghantam Kabupaten Sampang secara beruntun. Hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Madura bagian selatan dan barat selama beberapa hari terakhir membuat tanah kehilangan daya ikat, memicu longsor di tiga kecamatan hanya dalam waktu dua hari. Dampaknya nyata dan serius: akses jalan poros desa terputus total dan satu unit rumah warga ambruk akibat terjangan aliran air.

Pada Rabu (14/1/2026), longsor pertama terjadi di Dusun Baduwak, Desa Karang Penang Onjur, Kecamatan Karang Penang. Tebing jalan sepanjang kurang lebih 15 meter dengan ketinggian sekitar 3 meter runtuh setelah terus-menerus tergerus aliran anak Sungai Kali Kamoning. Akibat kejadian tersebut, jalur utama penghubung antarpermukiman warga lumpuh total dan tidak dapat dilalui kendaraan apa pun.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, ST, MT, menegaskan bahwa longsor tersebut bukan peristiwa tunggal, melainkan akumulasi dari cuaca ekstrem yang tak kunjung mereda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Curah hujan yang tinggi dalam durasi panjang membuat struktur tanah jenuh air dan kehilangan kestabilan. Kondisi ini sangat rawan memicu longsor susulan, terutama di kawasan tebing dan bantaran sungai,” tegas Fajar.

Belum tuntas penanganan di Karang Penang, longsor kembali terjadi keesokan harinya, Kamis (15/1/2026), di dua kecamatan lain. Di Dusun Tiarah, Desa Terosan, Kecamatan Banyuates, tebing jalan sepanjang sekitar 20 meter dengan ketinggian mencapai 4 meter ambruk, melumpuhkan jalur transportasi warga dan menghambat aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat setempat.

Situasi lebih mengkhawatirkan terjadi di Dusun Sumber Bakti, Desa Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang. Satu unit rumah warga roboh setelah fondasinya terkikis aliran air dari Daerah Irigasi (DI) Dam Ketapang Barat. Bagian kamar dan dapur rumah runtuh, memaksa penghuni meninggalkan tempat tinggalnya demi keselamatan jiwa.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sampang, Aang Djunaidi, ST, MT, menyampaikan bahwa dampak longsor tidak bisa dipandang ringan dan membutuhkan penanganan lintas sektor yang terkoordinasi.

“Kami sedang melakukan pendataan teknis secara detail untuk memastikan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi bisa dilakukan secara tepat, baik dalam tahap darurat maupun penanganan permanen,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa BPBD bertindak sebagai garda koordinasi utama dalam penanganan bencana.

“BPBD tidak bekerja sendiri. Seluruh unsur kami libatkan, mulai dari TNI-Polri, OPD teknis, pemerintah kecamatan dan desa, relawan, hingga masyarakat. Tanpa koordinasi yang kuat, risiko bencana susulan akan semakin besar,” tegas Aang.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, rangkaian longsor ini mempertegas rapuhnya sejumlah wilayah di Kabupaten Sampang terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Kerusakan jalan dan rumah warga menambah daftar panjang kawasan rawan longsor yang membutuhkan perhatian serius dan penanganan berkelanjutan.

Hingga saat ini, tim gabungan BPBD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, perangkat desa, dan warga masih disiagakan di lokasi terdampak. Kondisi cuaca yang masih diwarnai hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi membuat status kewaspadaan tetap diberlakukan.

BPBD Kabupaten Sampang kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi bahaya.

“Kami minta masyarakat tidak memaksakan diri melintasi jalur rawan longsor. Segera laporkan jika melihat retakan tanah, pergerakan tebing, atau aliran air yang mencurigakan. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama,” pungkas Fajar.

Sebagai bentuk respons cepat, BPBD Kabupaten Sampang membuka layanan Emergency Call 0817-0322-4440 guna mempercepat laporan dan penanganan kedaruratan di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarpagi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tambang Ilegal Bangkalan “Mati Suri” Ada Apa Dengan Penegak Hukum
Kapolres Pamekasan mengadakan kunker ke jajaran Polsek Tekankan Transparansi Anggaran, Jaga Kamtibmas, hingga Santuni Anak Yatim
Fakta Panas Persidangan: Nama Surya Nofiantoro Muncul, Peran Gelap Mulai Terendus
Fakta Mengejutkan, Nama Surya Nofiantoro Disebut-Sebut di Dalam Persidangan
Tangkap-Lepas 9 Terduga Judi Sabung Ayam, Ada Apa dengan Polres Bangkalan?
Adu Kelereng dan Kerapan Kelinci polres pamekasan tegaskan Mengandung Unsur Perjudian dan Pidana Penganiayaan Hewan
Pertunjukan Dimulai! Mabes Polri Resmi Ambil Alih Penanganan Laporan Lasbandra
Pendiri, Kaperwil dan Anggota Sepakat Tunjuk Noor Arief Prasetyo Sebagai Plt Ketua Umum KJJT
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 16:15 WIB

Tambang Ilegal Bangkalan “Mati Suri” Ada Apa Dengan Penegak Hukum

Jumat, 17 April 2026 - 00:02 WIB

Kapolres Pamekasan mengadakan kunker ke jajaran Polsek Tekankan Transparansi Anggaran, Jaga Kamtibmas, hingga Santuni Anak Yatim

Senin, 13 April 2026 - 05:11 WIB

Fakta Panas Persidangan: Nama Surya Nofiantoro Muncul, Peran Gelap Mulai Terendus

Sabtu, 11 April 2026 - 14:46 WIB

Fakta Mengejutkan, Nama Surya Nofiantoro Disebut-Sebut di Dalam Persidangan

Sabtu, 11 April 2026 - 10:03 WIB

Tangkap-Lepas 9 Terduga Judi Sabung Ayam, Ada Apa dengan Polres Bangkalan?

Berita Terbaru

Nasional

Perhutani Sediakan Lahan 40 Hektar untuk Ekspor Cabe Jawa

Kamis, 16 Apr 2026 - 11:26 WIB