Sampang, Radarpagi.id -Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang berlokasi di area perkampungan Desa Plakaran Kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang Jawa Timur dikerjakan Oleh kelompok HIPPA P3A Plakaran Hijau dengan anggaran Rp, 195 000,000; di duga asal-asalan dalam pengerjaanya
Pasalnya dari pembangunan yang ada terlihat hanya sebatas ditempelkan terkesan asal buat, dalam hal ini banyak kejanggalan yang indikasinya hanya untuk meraup keuntungan pribadi tanpa mengutamakan kwalitas pekerjaan, adapun kwalitas Meterial Batu dipertanyakan.
Terlihat dilokasi pasangan batunya tidak tertata sesuai teknis terkesan sembrono, asal pasang, dalam hal ini jelas adanya indikasi penyimpangan/ ladang korupsi untuk mencari keuntungan pribadi bukan mementingkan manfaat/ sarana dan prasarana, upaya untuk meningkatkan efisiensi distribusi air dan produktivitas pertanian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bukan hanya perihal diatas dilokasi tidak terpasang papan informasi yang mana proyek tersebut terkesan disembunyikan
Papan nama proyek adalah hal penting sebagai sarana informasi kepada masyarakat untuk mengetahui jenis kegiatan proyek yang bersumber dana besaran Anggaran, Volume pekerjaan, Cv kontraktor pelaksana serta tanggal dan waktu pelaksanaanya yang merupakan implementasi azas transparansi sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan.
Hal tersebut tidak sesuai dengan amanah Undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi Publik (KIP) serta Perpres nomor 54 tahun 2010 dan nomor 70 tahun 2012 dimana mengatur setiap pembangunan fisik yang anggaran dari Negara wajib untuk memasang papan nama proyek.
Pekerjaan proyek tanpa papan nama informasi terindikasi akal-akalan untuk mengelabuhi masyarakat agar tidak termonitor besar anggaran. Hal ini patut di duga pelaksanaan Proyek dengan sengaja menyembunyikan informasi dari pengawasan publik (Tidak Transparan).
Saat dilokasi awak media monitoring kelapangan hanya ditemui pekerja/tukang yang lagi kerja, tidak ada pendamping ataupun Pelaksana, saat ditanya tidak adanya papan informasi semua pekerja pada terdiam membisu seribu bahasa.
Setelah media ini konfirmasi kades Plakaran namun hal yang sama pihaknya juga irit bicara, ” itu bukan milik saya, gak tahu ,katanya singkat.










