Potret Sejarah Masa Silam Jejak Keluarga Besar dari Sampang Madura yang Terlupakan

- Penulis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, MADURA // Radarpagi.id  Sejarah lokal kerap menyimpan kisah-kisah yang nyaris hilang ditelan waktu. Salah satunya adalah cerita tentang seorang tokoh sepuh dari Sampang, Madura, yang dikenal dengan nama Angke.  Sosok ini dahulu disebut-sebut sebagai sesepuh yang sangat disegani di wilayah duek poteh Sampang. Dalam cerita turun-temurun yang beredar di masyarakat, Angke dikenal memiliki kesaktian dan kharisma luar biasa.

Ia diyakini mampu menyeberangi lautan dengan menunggangi ikan suro — yang dalam kepercayaan masyarakat diidentikkan dengan ikan hiu. Kisah ini menjadi bagian dari legenda lokal yang memperkaya khazanah budaya Madura. Pada masa itu, Sampang disebut tengah dilanda konflik internal atau perang antar saudara akibat kesalahpahaman dan perbedaan pendapat di antara kelompok-kelompok yang berpengaruh.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi tersebut memaksa Angke meninggalkan tanah kelahirannya bersama keluarga besar serta para pengikutnya untuk mencari tempat yang lebih aman. Kepergian mereka menjadi titik balik yang perlahan mengaburkan jejak sejarah keluarga besar tersebut.  Minimnya catatan tertulis dan dokumentasi membuat kisah ini lebih banyak hidup dalam cerita lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ungkapan Madura “Duek poteh, banyu ates” yang sering dikaitkan dengan kisah ini menggambarkan tekad dan prinsip hidup yang kuat, mencerminkan nilai keberanian serta kehormatan yang dijunjung tinggi masyarakat Madura pada masa silam. Kini, cerita tentang Angke dan keluarganya menjadi bagian dari potret sejarah lokal yang terlupakan.

Meski belum tercatat secara resmi dalam arsip sejarah nasional, kisah ini tetap memiliki makna penting sebagai identitas budaya dan warisan ingatan kolektif masyarakat Sampang. Pelestarian sejarah lisan seperti ini dinilai penting agar generasi mendatang tetap mengenal akar budaya dan perjalanan leluhur mereka.

Redaksi//

Radarpagi.id

(Investigasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarpagi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pimpinan NNC Mengaku Alami Tekanan Psikis Saat Klarifikasi di Polda Jatim, Berencana Adukan ke Propam
KLARESIFIKASI! TEMUAN ULAT PADA SUSU MBG BERASAL DARI PEMASOK – DAPUR & YAYASAN KEMAS DINYATAKAN TIDAK BERSALAH!  
Ketua LPK-GPI Tulang Bawang Beri Ucapan Selamat Atas Terpilihnya Erwinsyah Sebagai Ketua PWI 2026-2029
Lapor Kapolda Jatim, Dugaan Sabung Ayam Undangan di Jatilengger Blitar Direspons “Siap” oleh Kanit Pidum
HUTAN JATI TODANAN BLORA RUSAK PARAH DAN GUNDUL  
Diduga Tidak Sesuai Prosedur, Penertiban PKL Satpol PP Kota Tangerang di Karawaci Disorot Warga
Kawal Aksi Demo di Kejari Menggala, Kasat Intel Polres Tulang Bawang Jamin Kebebasan Berpendapat yang Kondusif
Gapura Kampung Otak-Otak Sepatan Timur Jadi Ikon Baru ,Tapi Jalan di Depannya Masih Bergelombang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 03:50 WIB

Pimpinan NNC Mengaku Alami Tekanan Psikis Saat Klarifikasi di Polda Jatim, Berencana Adukan ke Propam

Selasa, 16 Juni 2026 - 23:46 WIB

KLARESIFIKASI! TEMUAN ULAT PADA SUSU MBG BERASAL DARI PEMASOK – DAPUR & YAYASAN KEMAS DINYATAKAN TIDAK BERSALAH!  

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:54 WIB

Ketua LPK-GPI Tulang Bawang Beri Ucapan Selamat Atas Terpilihnya Erwinsyah Sebagai Ketua PWI 2026-2029

Minggu, 14 Juni 2026 - 05:42 WIB

Lapor Kapolda Jatim, Dugaan Sabung Ayam Undangan di Jatilengger Blitar Direspons “Siap” oleh Kanit Pidum

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:10 WIB

HUTAN JATI TODANAN BLORA RUSAK PARAH DAN GUNDUL  

Berita Terbaru