Sampang, radarpagi.com oknum preman berkedok pelaksana lapangan di proyek pemeliharaan saluran Secunder didesa Pangelen intimidasi kegiatan liputan insan pers yang mana kegiatan tersebut disinyalir sebagai ladang Korupsi serta dugan penyimpangan.
Pasalnya pekerjaan yang di laksanakan oleh CV Birza Utama dengan nilai kontrak Rp 320.111.124 banyak dugaan penyimpangan, yang mana seharusnya dasar dari TPT/plengsengan tersebut dicor guna bisa menampung beban batu supaya tidak mudah roboh dan rusak terkikis oleh genangan air.
Terlihat dilokasi pengecoran yang dilakukan cukup aneh, bagaimana tidak adukan cor hanyalah sebatas pasir hitam dengan adukan Semen tanpa adanya batu kerikil
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Teknik pengecoran ya terkesan sembrono asal asalan, adukan tersebut langsung dituangkan dengan adanya genangan air tanpa harus dikeringkan terlebih dulu, bukan hanya itu, batu yang digunakan pembangunan TPT/plengsengan kwalitasnya dipertanyakan.
Adanya dugaan Penyimpangan awak media mengambil dukumentasi namun di larang oleh oknum preman yang berkedok sebagai pelaksana dengan nada kasar,” hai, mbak buat apa ambil foto jangan foto foto disini, ucapnya dengan nada tinggi dan kasar.
Ada aturannya kalau ambil foto, harus minta izin dulu, saya gak perduli wallaupun dari media atau apalah, ucapnya sembari dirinya dengan mata melotot terhadap awak media.
” Iya silahkan rilis, saya Edi dari glisgis, sihlakan rilis, katanya dengan lantang dan menantang,










