IGTKI Rembang Gelar Lomba Kolase Anak di Hari Pendidikan Nasional

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

REMBANG // Radarpagi.id  Di balik gunungan kertas warna-warni dan tawa riang anak-anak, terselip sebuah makna besar tentang bagaimana pendidikan dimulai dari hal yang paling sederhana: kebersamaan antara orang tua dan anak. Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Kabupaten Rembang menyelenggarakan Lomba Kolase Anak yang berlangsung penuh kehangatan di Puri Berlian Park, Kamis (30/4/2026).Tidak sekadar ajang menempel dan mewarnai, lomba ini menjelma menjadi panggung kecil bagi tumbuhnya rasa percaya diri, imajinasi, dan kelembutan jiwa anak-anak usia dini. Semangat dari Bunda PAUD: Kolase sebagai Media Asah Jiwa Acara dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan pendidikan, termasuk Bunda PAUD Kabupaten Rembang, Hj. Musringah Harno; Wakil Bunda PAUD; Kepala Dindikpora Kab. Rembang, Drs. Achmad Sulchan, M.Pd.; jajaran Kabid PAUD Dikmas, para pengawas TK, serta Manajer Puri Berlian Park.Dalam sambutannya yang menggelora, Sri Sugianti membuka acara dengan hiburan kecil yang mencairkan suasana. Namun, di balik kemeriahan itu, ia menyampaikan pesan mendasar: pendidikan adalah gerakan hati.”Untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional ini, IGTKI PGRI Kabupaten Rembang ingin bergerak lebih nyata, lebih dekat dengan anak-anak, dan lebih semangat dari sebelumnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Hj. Musringah Harno menegaskan bahwa lomba kolase bukan sekadar kegiatan seru, melainkan investasi jangka panjang bagi tumbuh kembang anak. “Acara kolase anak ini bukan hanya ajang beraktivitas untuk anak-anak. Tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan motorik halus, imajinasi, serta rasa percaya diri sejak usia dini. Inilah fondasi karakter yang kelak akan mereka bawa hingga dewasa,” tegasnya dengan penuh haru.

Orang Tua dan Guru: Satu Gerak untuk Harmoni Uniknya, lomba ini tidak hanya melibatkan anak, tetapi juga mengajak orang tua untuk turut aktif mendampingi dan mengarahkan. Para ibu dan ayah dengan sabar menuntun jari-jari mungil menempelkan potongan kertas demi potongan kertas menjadi sebuah gambar yang utuh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Momen haru pun terlihat. Ada seorang ibu yang membimbing anaknya dengan penuh kesabaran; ada pula seorang ayah yang tak henti-hentinya memberi semangat meski hasil kolase anaknya belum sempurna. Inilah inti dari kegiatan ini: membangun bonding atau ikatan emosional yang kuat antara orang tua dan anak.

Kepala Dindikpora Kab. Rembang, Drs. Achmad Sulchan, M.Pd., memberikan apresiasi mendalam. Baginya, kegiatan ini adalah representasi nyata dari profil Pelajar Pancasila.

“Kegiatan ini merupakan perwujudan bagaimana kita meningkatkan karakter siswa. Tak hanya itu, ini juga membangun keharmonisan orang tua dan anak. Pendidikan karakter tidak lahir di ruang kelas saja, tetapi dari keteladanan dan kebersamaan di rumah,” jelasnya.

Senada dengan itu, Andriana, salah satu pendamping dari IGTKI, menyebut kegiatan ini sebagai gebrakan positif yang layak dicontoh.

“Lomba yang melibatkan orang tua ini tujuannya untuk membangun bonding agar hubungan siswa maupun siswi terhadap orang tua terjalin harmonis. Anak merasa didukung, orang tua merasa diikutsertakan. Ini penting untuk kesehatan mental anak sejak usia dini,” paparnya.

Dari 434 Peserta, Lahir Ribuan Harapan Tahun ini, lomba kolase dibatasi untuk wilayah Kecamatan Rembang saja. Bukan tanpa alasan. Jika digelar se-kabupaten, peserta bisa mencapai 10.000 anak.

“Kami memilih skala kecamatan dulu, agar lebih fokus dan berkualitas. Tapi luar biasanya, meski hanya satu kecamatan, peserta yang mendaftar tetap mencapai 434 anak. Ini menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi,” tambah Sri Sugianti.

Penutup yang Membekas: Piala dan Tawa Air Mancur Setelah berjam-jam berkarya, dewan juri akhirnya memutuskan para pemenang. Lomba ini memberikan penghargaan untuk juara I, II, III, serta juara harapan I, II, dan III.

Acara ditutup dengan pemberian piala dan piagam penghargaan, lalu dilanjutkan dengan hiburan air di kawasan Puri Berlian Park. Anak-anak berlarian di bawah percikan air, tertawa lepas, seolah melepas lelah sekaligus merayakan kebersamaan yang telah terjalin.

Di akhir acara, Bunda PAUD Kabupaten Rembang berpesan: “Kemenangan sejati bukan hanya piala. Tapi ketika anak pulang dengan senyum, orang tua bangga, dan guru tersenyum puas. Itulah keberhasilan pendidikan kita bersama.” Selamat hari pendidikan nasional. Dari Rembang, untuk Indonesia yang lebih berkarakter dan berhati.

Redaksi//

Radarpagi.id 

Penulis: ZAINURI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarpagi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lapor Kapolda Jatim, Dugaan Sabung Ayam Undangan di Jatilengger Blitar Direspons “Siap” oleh Kanit Pidum
HUTAN JATI TODANAN BLORA RUSAK PARAH DAN GUNDUL  
Diduga Tidak Sesuai Prosedur, Penertiban PKL Satpol PP Kota Tangerang di Karawaci Disorot Warga
Kawal Aksi Demo di Kejari Menggala, Kasat Intel Polres Tulang Bawang Jamin Kebebasan Berpendapat yang Kondusif
Gapura Kampung Otak-Otak Sepatan Timur Jadi Ikon Baru ,Tapi Jalan di Depannya Masih Bergelombang
Patroli Malam Minggu, Polsek Denpasar Selatan Intensifkan Harkamtibmas dan Cegah Gangguan Keamanan
Operasional Tiga Dapur MBG di Perumahan Subsidi Harmoni Rembang: Antara Program Mulia dan Gangguan Kenyamanan Warga
8 Tahun sebagai tombak sejarah baru bagi ormas Formasy Praja Nusantara
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 05:42 WIB

Lapor Kapolda Jatim, Dugaan Sabung Ayam Undangan di Jatilengger Blitar Direspons “Siap” oleh Kanit Pidum

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:10 WIB

HUTAN JATI TODANAN BLORA RUSAK PARAH DAN GUNDUL  

Rabu, 10 Juni 2026 - 01:56 WIB

Diduga Tidak Sesuai Prosedur, Penertiban PKL Satpol PP Kota Tangerang di Karawaci Disorot Warga

Senin, 8 Juni 2026 - 11:04 WIB

Kawal Aksi Demo di Kejari Menggala, Kasat Intel Polres Tulang Bawang Jamin Kebebasan Berpendapat yang Kondusif

Senin, 8 Juni 2026 - 00:52 WIB

Gapura Kampung Otak-Otak Sepatan Timur Jadi Ikon Baru ,Tapi Jalan di Depannya Masih Bergelombang

Berita Terbaru