Polres Sampang Dinilai Lelet Tangani Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak Dibawah Umur

- Penulis

Senin, 4 Agustus 2025 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang, radarpagi.id – Hukum Dikabupaten Sampang Dinilai Lelet dan lambat dalam menangani kasus dugaan pemerkosaan pada anak dibawah umur

Pasalnya Sudah sepekan berlalu sejak kasus dugaan pemerkosaan terhadap korban Sebut saja Mawar (17), seorang gadis remaja asal Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian.

Sampai detik ini terduga pelaku sebut saja Grandong warga Kecamatan Ketapang, masih berkeliaran bebas, sementara korban dan keluarganya terus dihantui trauma, ketakutan, dan ketidakpastian hukum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

kejadian ironis tersebut terjadi di Desa Gunung Rancak pada Senin malam (28/07/2025), pasca kejadian dalam dua hari , keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sampang, hingga saat ini belum ada tanda-tanda grandong (pelaku) segera diamankan.

Keterangan dari pihak kepolisian justru membuat publik makin geram. “Pelakunya belum ditangkap, masih dalam proses lidik,” ujar Ipda Gama Rizaldi, Kasi Humas Polres Sampang, dengan jawaban normatif dan datar, seolah tidak menyadari bobot kasus yang sedang ditangani.

Respon itu langsung mendapat kecaman keras dari berbagai kalangan, terutama kelompok pegiat hak anak dan perempuan.

“Ini bukan kasus kehilangan sandal di masjid, ini pemerkosaan terhadap anak di bawah umur, kenapa Polres Sampang begitu lamban?!” tegas Siti Farida, Ketua Madura Development Watch (MDW) Sampang, dalam keterangannya, Minggu (03/08/2025).

Farida menyebut sikap Polres Sampang sebagai pembiaran sistematis terhadap kekerasan seksual, ia menilai, semakin lama pelaku tidak ditangkap, semakin besar risiko yang harus ditanggung oleh korban dan masyarakat.

“Ketika pelaku masih bebas, ada potensi besar ia akan menghilangkan barang bukti, mempengaruhi saksi, bahkan mengulangi perbuatannya. Ini soal keselamatan, bukan sekadar administrasi hukum,” tegasnya.

Farida juga menyinggung soal minimnya empati dan kepekaan aparat dalam kasus kekerasan seksual, yang seharusnya menjadi prioritas hukum.

“Kalau penanganan kasus seperti ini saja butuh waktu berhari-hari tanpa kejelasan, lantas bagaimana nasib korban-korban lainnya? Mau menunggu sampai ada korban berikutnya baru bergerak?” cetusnya.

Desakan agar Kapolres Sampang AKBP Hartono turun tangan langsung dan mempercepat penanganan kasus ini pun semakin kuat, kinerja penyidik dinilai telah mencoreng citra kepolisian sebagai pelindung masyarakat.

Masyarakat kini tidak hanya menanti keadilan bagi korban R, tapi juga menunggu pembuktian: apakah institusi kepolisian di Kabupaten Sampang masih bisa diandalkan untuk menegakkan hukum, atau justru menjadi bagian dari masalah itu sendiri?

Jika hukum tak kunjung ditegakkan, maka rasa aman hanya akan menjadi milik segelintir orang, sementara korban dan rakyat kecil terus menjadi korban ketidakpedulian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarpagi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Pamekasan mengadakan kunker ke jajaran Polsek Tekankan Transparansi Anggaran, Jaga Kamtibmas, hingga Santuni Anak Yatim
Fakta Panas Persidangan: Nama Surya Nofiantoro Muncul, Peran Gelap Mulai Terendus
Fakta Mengejutkan, Nama Surya Nofiantoro Disebut-Sebut di Dalam Persidangan
Tangkap-Lepas 9 Terduga Judi Sabung Ayam, Ada Apa dengan Polres Bangkalan?
Adu Kelereng dan Kerapan Kelinci polres pamekasan tegaskan Mengandung Unsur Perjudian dan Pidana Penganiayaan Hewan
Pertunjukan Dimulai! Mabes Polri Resmi Ambil Alih Penanganan Laporan Lasbandra
Pendiri, Kaperwil dan Anggota Sepakat Tunjuk Noor Arief Prasetyo Sebagai Plt Ketua Umum KJJT
“Rutan Sampang Perketat Pengawasan, Razia dan Tes Urin Jadi Bukti Komitmen Nyata”
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 00:02 WIB

Kapolres Pamekasan mengadakan kunker ke jajaran Polsek Tekankan Transparansi Anggaran, Jaga Kamtibmas, hingga Santuni Anak Yatim

Senin, 13 April 2026 - 05:11 WIB

Fakta Panas Persidangan: Nama Surya Nofiantoro Muncul, Peran Gelap Mulai Terendus

Sabtu, 11 April 2026 - 14:46 WIB

Fakta Mengejutkan, Nama Surya Nofiantoro Disebut-Sebut di Dalam Persidangan

Sabtu, 11 April 2026 - 10:03 WIB

Tangkap-Lepas 9 Terduga Judi Sabung Ayam, Ada Apa dengan Polres Bangkalan?

Kamis, 9 April 2026 - 16:00 WIB

Adu Kelereng dan Kerapan Kelinci polres pamekasan tegaskan Mengandung Unsur Perjudian dan Pidana Penganiayaan Hewan

Berita Terbaru

Nasional

Perhutani Sediakan Lahan 40 Hektar untuk Ekspor Cabe Jawa

Kamis, 16 Apr 2026 - 11:26 WIB