Cahaya Obor dan Gema Takbir: Tradisi Turun-Temurun Warga Tritunggal Grogol Menjemput Kemenangan

- Penulis

Minggu, 22 Maret 2026 - 04:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMONGAN (. RADAR PAGI ) Malam Idulfitri di Desa Tritunggal Grogol, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, selalu menyuguhkan pemandangan yang memikat. Di tengah modernisasi, warga setempat tetap teguh menjaga tradisi takbir keliling sebagai bentuk syiar agama sekaligus warisan budaya yang sarat akan makna.

Meski kebijakan dan metode pelaksanaan takbiran sering kali berbeda-beda di tiap wilayah Nusantara, masyarakat Desa Tritunggal memiliki cara tersendiri untuk mengekspresikan kegembiraan menyambut hari kemenangan.

*Simbol Kekompakan Lewat “Ocor Babuh”* Salah satu ciri khas yang masih kental terasa adalah pawai berjalan kaki. Sebagian besar warga turun ke jalan dengan membawa ocor babuh (obor bambu). Cahaya api yang merambat dari bambu ke bambu bukan sekadar alat penerangan, melainkan simbol kekompakan dan kehangatan hubungan antar-tetangga. Tak jarang, iring-iringan obor ini dipadukan dengan kreativitas warga lainnya, seperti:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

* *Musik Perkusi*: Tabuhan bedug yang ritmis mengiringi lantunan takbir.- *Parade Lampion*: Kehadiran lampion hias dengan berbagai bentuk menambah estetika barisan pawai di sepanjang jalan desa.

*Lebih dari Sekadar Religi* Menurut pengamatan di lapangan, tradisi ini tidak hanya dipandang dari sisi religius semata. Takbir keliling telah menjelma menjadi peristiwa budaya yang memperkuat sisi sosial masyarakat.

“Takbiran di sini adalah momen mempererat tali silaturahmi. Perbedaan cara pelaksanaannya justru menunjukkan kekayaan kearifan lokal yang kita miliki,” ujar Siswanto, salah satu tokoh atau warga setempat.

Nuansa budaya yang melekat kuat membuat takbir keliling di Desa Tritunggal menjadi identitas yang membanggakan. Meskipun zaman terus berubah, derap langkah kaki dan gema takbir di bawah cahaya obor tetap menjadi cara paling ampuh bagi warga Lamongan untuk merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.

Redaksi//

Redarapagi.id 

Reporter: Siswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarpagi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pimpinan NNC Mengaku Alami Tekanan Psikis Saat Klarifikasi di Polda Jatim, Berencana Adukan ke Propam
KLARESIFIKASI! TEMUAN ULAT PADA SUSU MBG BERASAL DARI PEMASOK – DAPUR & YAYASAN KEMAS DINYATAKAN TIDAK BERSALAH!  
Ketua LPK-GPI Tulang Bawang Beri Ucapan Selamat Atas Terpilihnya Erwinsyah Sebagai Ketua PWI 2026-2029
Lapor Kapolda Jatim, Dugaan Sabung Ayam Undangan di Jatilengger Blitar Direspons “Siap” oleh Kanit Pidum
HUTAN JATI TODANAN BLORA RUSAK PARAH DAN GUNDUL  
Diduga Tidak Sesuai Prosedur, Penertiban PKL Satpol PP Kota Tangerang di Karawaci Disorot Warga
Kawal Aksi Demo di Kejari Menggala, Kasat Intel Polres Tulang Bawang Jamin Kebebasan Berpendapat yang Kondusif
Gapura Kampung Otak-Otak Sepatan Timur Jadi Ikon Baru ,Tapi Jalan di Depannya Masih Bergelombang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 03:50 WIB

Pimpinan NNC Mengaku Alami Tekanan Psikis Saat Klarifikasi di Polda Jatim, Berencana Adukan ke Propam

Selasa, 16 Juni 2026 - 23:46 WIB

KLARESIFIKASI! TEMUAN ULAT PADA SUSU MBG BERASAL DARI PEMASOK – DAPUR & YAYASAN KEMAS DINYATAKAN TIDAK BERSALAH!  

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:54 WIB

Ketua LPK-GPI Tulang Bawang Beri Ucapan Selamat Atas Terpilihnya Erwinsyah Sebagai Ketua PWI 2026-2029

Minggu, 14 Juni 2026 - 05:42 WIB

Lapor Kapolda Jatim, Dugaan Sabung Ayam Undangan di Jatilengger Blitar Direspons “Siap” oleh Kanit Pidum

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:10 WIB

HUTAN JATI TODANAN BLORA RUSAK PARAH DAN GUNDUL  

Berita Terbaru