Diduga Anggaran MBG di Tanimbar Terindikasi Korupsi, APH Dan Yayasan Segera Lakukan Penyelidikan Lebih Mendalam. 

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 02:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saumlaki,  ( Radarpagi.id ) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terindikasi memiliki rantai korupsi, termasuk potensi manipulasi anggaran, pengurangan gizi makanan, dan penggelapan dana.

Sehingga menyebabkan penurunan kualitas menu (contoh: harga Rp10.000 dijadikan Rp7.000-an), dan manipulasi laporan pertanggungjawaban serta kerawanan pada rantai pasok maupun operasional di lapangan.

Potensi adanya dugaan penggelapan dana pada tingkat mitra dapur diungkap oleh salah satu narasumber yang meminta namanya tak disebutkan mengatahkan bahwa, ada dugaan indikasi tersebut yang mana dilakukan oleh beberapa oknum yakni FK, YM, FL pada anggaran MBG Tanimbar, perlu diketahui juga persoalan ini masih di luar dari ada dugaan hilangnya ompreng atau tempat makan di dapur MBG Tanimbar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya anggaran dan aturan Badan Gizi Nasional (BGN) telah ditetapkan, dari anggaran per porsi sebesar Rp8.000 sampai Rp10.000, namun masih saja ada potensi permainan harga oleh oknum oknum tak bertanggung jawab, sehingga citra dan nama yayasan yang bertanggung jawab dalam menangani MBG di Tanimbar menjadi ikut tercoreng. ujarnya

Korupsi Merupakan musuh bersama, dan telah diperkuat dengan statmen keras dari  Presiden Prabowo Subianto sebelumnya bahwa dana MBG lebih baik digunakan untuk memberi makan rakyat daripada dikorupsi, menunjukkan komitmen untuk menindak tegas setiap penyalahgunaan anggaran.

Untuk itu diharapkan agar pihak aparat penegak hukum dapat menindak lanjuti persoalan ini berdasarkan ketentuan perundang undangan, serta pihak yayasan yang dirugikan segera mengambil langkah tegas terhadap dugaan penyalah gunaan anggaran MBG di Tanimbar, tutupnya.

Redaksi//

Radarpagi.id 

Investigasi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarpagi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Oknum DPD RI Bali Campuri Urusan Pribadi Rumah Tangga, Made Hiroki Minta Semua Pihak Tahan Diri
Polresta Malang Gandeng Ormas, MADAS ( Madura Asli Daerah Anak Serumpun ) DPC Malang Raya dan Beberapa Ormas Lain Tekankan Sinergi Jaga Kondusifitas Kota Malang
“Mediasi gagal, sengketa kantor PDIP REMBANG NAIK RING”
Perwira TNI AU Diasah di Mabesau: Ketua Umum DePA-RI Suntikkan Strategi Negosiasi dan Kepemimpinan
DISHUB PANTAI BOOM BANYUWANGI AKUI TIDAK TAHU KEGIATAN PEMOTONGAN BESI TUA DI DEPAN KANTOR  
Sejumlah pedagang di pasar gersik,an menyampaikan keberatan atas undangan rapat yang beredar terkait rencana pengundian lapak di Pasar Tambakrejo.pada hari Kamis (23/4/2026)
Kembali ke MADAS ( Madura Asli Daerah Anak Serumpun ) DPC SAMPANG, Umar Faruk Bawa Misi Kemanusiaan dan Pesan Perdamaian di Kab. Sampang
SEJARAH BERDIRINYA ORGANISASI MADAS
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 02:33 WIB

Diduga Anggaran MBG di Tanimbar Terindikasi Korupsi, APH Dan Yayasan Segera Lakukan Penyelidikan Lebih Mendalam. 

Senin, 27 April 2026 - 09:28 WIB

Oknum DPD RI Bali Campuri Urusan Pribadi Rumah Tangga, Made Hiroki Minta Semua Pihak Tahan Diri

Kamis, 23 April 2026 - 18:50 WIB

“Mediasi gagal, sengketa kantor PDIP REMBANG NAIK RING”

Kamis, 23 April 2026 - 16:01 WIB

Perwira TNI AU Diasah di Mabesau: Ketua Umum DePA-RI Suntikkan Strategi Negosiasi dan Kepemimpinan

Kamis, 23 April 2026 - 13:17 WIB

DISHUB PANTAI BOOM BANYUWANGI AKUI TIDAK TAHU KEGIATAN PEMOTONGAN BESI TUA DI DEPAN KANTOR  

Berita Terbaru