Waspada Penipuan Digital Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Bahaya Unduhan APK

- Penulis

Senin, 16 Maret 2026 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (radarpagi.id) – Menjelang periode libur Lebaran, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan digital yang semakin marak. Salah satu yang kini banyak ditemukan adalah penipuan melalui pengiriman file aplikasi berformat .APK yang disebarkan lewat aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, Senin (16/3/2026).

Fenomena ini muncul seiring meningkatnya aktivitas komunikasi dan transaksi digital masyarakat menjelang Hari Raya. Situasi tersebut kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksinya dengan berbagai cara yang tampak meyakinkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengingatkan bahwa pelaku biasanya mengirim pesan yang seolah berasal dari pihak resmi. Pesan tersebut sering kali dilengkapi lampiran file .APK dengan berbagai narasi, seperti undangan digital, resi pengiriman paket, pemberitahuan layanan, hingga dokumen penting.

Sekilas, pesan tersebut terlihat normal dan meyakinkan. Namun di balik itu, file yang dikirim sebenarnya merupakan aplikasi berbahaya yang dapat menyusup ke dalam perangkat korban apabila diunduh dan dipasang.

Aplikasi berbahaya tersebut dapat berfungsi sebagai malware yang mampu mencuri data pribadi, memantau aktivitas pengguna, bahkan mengambil alih kendali perangkat tanpa sepengetahuan pemiliknya. Kondisi ini berpotensi membuka akses terhadap berbagai aplikasi penting di ponsel, termasuk layanan keuangan digital.

Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, mengatakan bahwa perkembangan teknologi digital juga diikuti dengan semakin kompleksnya ancaman kejahatan siber yang menyasar masyarakat.

Menurutnya, BRI terus memperkuat sistem keamanan layanan digital guna memastikan perlindungan data dan transaksi nasabah tetap terjaga di tengah meningkatnya ancaman tersebut.

“Penguatan sistem keamanan layanan digital terus kami lakukan untuk melindungi data serta akses transaksi nasabah,” ujarnya.

BRI pun mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan mengklik, mengunduh, maupun menginstal aplikasi dari sumber yang tidak dikenal. Selain itu, nasabah juga disarankan mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti Two-Factor Authentication (2FA) untuk memperkuat perlindungan akun digital.

Apabila seseorang terlanjur menginstal file .APK yang mencurigakan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera mematikan koneksi internet, menghapus aplikasi tersebut, serta mengganti PIN, username, dan password akun yang terhubung dengan perangkat.

Selain itu, pengguna juga disarankan melakukan reset perangkat ke pengaturan pabrik untuk memastikan tidak ada aplikasi berbahaya yang masih tertinggal di dalam sistem.

Jika nasabah menemukan aktivitas transaksi yang mencurigakan pada rekeningnya, BRI meminta agar segera menghubungi Contact BRI di nomor 1500017 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

BRI menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah kejahatan digital. Dengan mengenali sejak dini berbagai modus penipuan yang beredar, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari potensi kerugian akibat penyalahgunaan data dan akses layanan keuangan digital. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarpagi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tambang Ilegal Bangkalan “Mati Suri” Ada Apa Dengan Penegak Hukum
Kapolres Pamekasan mengadakan kunker ke jajaran Polsek Tekankan Transparansi Anggaran, Jaga Kamtibmas, hingga Santuni Anak Yatim
Fakta Panas Persidangan: Nama Surya Nofiantoro Muncul, Peran Gelap Mulai Terendus
Fakta Mengejutkan, Nama Surya Nofiantoro Disebut-Sebut di Dalam Persidangan
Tangkap-Lepas 9 Terduga Judi Sabung Ayam, Ada Apa dengan Polres Bangkalan?
Adu Kelereng dan Kerapan Kelinci polres pamekasan tegaskan Mengandung Unsur Perjudian dan Pidana Penganiayaan Hewan
Pertunjukan Dimulai! Mabes Polri Resmi Ambil Alih Penanganan Laporan Lasbandra
Pendiri, Kaperwil dan Anggota Sepakat Tunjuk Noor Arief Prasetyo Sebagai Plt Ketua Umum KJJT
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 16:15 WIB

Tambang Ilegal Bangkalan “Mati Suri” Ada Apa Dengan Penegak Hukum

Jumat, 17 April 2026 - 00:02 WIB

Kapolres Pamekasan mengadakan kunker ke jajaran Polsek Tekankan Transparansi Anggaran, Jaga Kamtibmas, hingga Santuni Anak Yatim

Senin, 13 April 2026 - 05:11 WIB

Fakta Panas Persidangan: Nama Surya Nofiantoro Muncul, Peran Gelap Mulai Terendus

Sabtu, 11 April 2026 - 14:46 WIB

Fakta Mengejutkan, Nama Surya Nofiantoro Disebut-Sebut di Dalam Persidangan

Sabtu, 11 April 2026 - 10:03 WIB

Tangkap-Lepas 9 Terduga Judi Sabung Ayam, Ada Apa dengan Polres Bangkalan?

Berita Terbaru

Nasional

Perhutani Sediakan Lahan 40 Hektar untuk Ekspor Cabe Jawa

Kamis, 16 Apr 2026 - 11:26 WIB