POTRET SEJARAH MASA SILAM JEJAK KELUARGA BESAR DARI MADURA SAMPANG YANG TERLUPAKAN

- Penulis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, MADURA, Radar pagi. id, Sejarah lokal kerap menyimpan kisah-kisah yang nyaris hilang ditelan waktu. Salah satunya adalah cerita tentang seorang tokoh sepuh dari Sampang, Madura, yang dikenal dengan nama Angke.

Sosok ini dahulu disebut-sebut sebagai sesepuh yang sangat disegani di wilayah duek poteh Sampang.

Dalam cerita turun-temurun yang beredar di masyarakat, Angke dikenal memiliki kesaktian dan kharisma luar biasa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia diyakini mampu menyeberangi lautan dengan menunggangi ikan suro — yang dalam kepercayaan masyarakat diidentikkan dengan ikan hiu.

Kisah ini menjadi bagian dari legenda lokal yang memperkaya khazanah budaya Madura.

Pada masa itu, Sampang disebut tengah dilanda konflik internal atau perang antar saudara akibat kesalahpahaman dan perbedaan pendapat di antara kelompok-kelompok yang berpengaruh.

Situasi tersebut memaksa Angke meninggalkan tanah kelahirannya bersama keluarga besar serta para pengikutnya untuk mencari tempat yang lebih aman.

Kepergian mereka menjadi titik balik yang perlahan mengaburkan jejak sejarah keluarga besar tersebut.

Minimnya catatan tertulis dan dokumentasi membuat kisah ini lebih banyak hidup dalam cerita lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ungkapan Madura “Duek poteh, banyu ates” yang sering dikaitkan dengan kisah ini menggambarkan tekad dan prinsip hidup yang kuat, mencerminkan nilai keberanian serta kehormatan yang dijunjung tinggi masyarakat Madura pada masa silam.

Kini, cerita tentang Angke dan keluarganya menjadi bagian dari potret sejarah lokal yang terlupakan.

Meski belum tercatat secara resmi dalam arsip sejarah nasional, kisah ini tetap memiliki makna penting sebagai identitas budaya dan warisan ingatan kolektif masyarakat Sampang.

Pelestarian sejarah lisan seperti ini dinilai penting agar generasi mendatang tetap mengenal akar budaya dan perjalanan leluhur mereka.
Jurnalis: Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarpagi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Gelapkan Mobil Jaminan Fidusia, Seorang Debitur Dilaporkan ke Polresta Malang Kota
Ngopi Ngolah Pikir: Dari Realita Kehidupan Menuju Semangat Tanpa Batas
Pisah Sambut Kapolsek Kedamaian Berlangsung Khidmat dan Penuh Keakraban
BHAKTI PRATIWI RING AMRETA SABUANA DI BULAN SURA 2026
Tahun Baru Islam 1 Muharram, Komnas PPLH Gresik Ajak Hijrah Perbaiki Diri dan Jaga Alam
Perangkat Desa Jombangdelik Gresik Diduga Jadi Korban Penipuan Kades, Total Kerugian Puluhan Juta Rupiah
Pelarian Terduga Kasus Penipuan Akhirnya Diciduk Tim URC Polres Pasuruan Kota
Selamat & sukses acara PURNA SISWA KELAS VI SDN GELURAN 1 tahun ajaran: 2025-2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:01 WIB

Diduga Gelapkan Mobil Jaminan Fidusia, Seorang Debitur Dilaporkan ke Polresta Malang Kota

Jumat, 19 Juni 2026 - 04:03 WIB

Ngopi Ngolah Pikir: Dari Realita Kehidupan Menuju Semangat Tanpa Batas

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:18 WIB

BHAKTI PRATIWI RING AMRETA SABUANA DI BULAN SURA 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:35 WIB

Tahun Baru Islam 1 Muharram, Komnas PPLH Gresik Ajak Hijrah Perbaiki Diri dan Jaga Alam

Senin, 15 Juni 2026 - 07:15 WIB

Perangkat Desa Jombangdelik Gresik Diduga Jadi Korban Penipuan Kades, Total Kerugian Puluhan Juta Rupiah

Berita Terbaru