PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH SURABAYA, MENGGELAR TARHIB RAMADHA
Surabaya, Radarpagi.id. Sabtu, 14 Februari 2026, PONPES Hidayatullah Surabaya kembali menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan yang berlangsung khidmat di Masjid Aqshol Madinah, Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya. Kegiatan ini mengusung tema “Menata Diri di Bulan Suci, Menjadi Insan Lebih Terpuji”, sebagai ajakan kepada seluruh santri, jamaah, dan masyarakat untuk menyambut bulan suci Ramadhan dengan kesiapan lahir dan batin, sekaligus meningkatkan kualitas iman, akhlak, dan ibadah.
Hadir sebagai pembicara utama, Dr. KH. Nashirul Haq Marling, yang juga menjabat sebagai wakil ketua Pimpinan Majlis Syura Hidayatullah. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum besar untuk perubahan diri menuju pribadi yang lebih bertakwa, lebih disiplin dalam ibadah, dan lebih mulia dalam akhlak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beliau menjelaskan bahwa ada tiga bekal utama yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki bulan puasa Ramadhan:
1. Niat dan tekad yang kuat
Puasa dan ibadah Ramadhan harus diawali dengan niat yang tulus karena Allah. Tekad yang kuat akan membantu seseorang tetap istiqamah menjalankan ibadah meskipun menghadapi tantangan, rasa malas, atau kesibukan duniawi.
2. Ilmu sebagai landasan ibadah
Ibadah yang benar harus dilandasi ilmu. Memahami fiqih puasa, tata cara ibadah, serta adab Ramadhan akan menjadikan ibadah lebih sempurna dan terhindar dari kesalahan. Dengan ilmu, ibadah tidak sekadar rutinitas, tetapi menjadi amalan bernilai tinggi.
3. Melaksanakan ibadah sesuai syariat dan sunnah Rasulullah
Beliau mengingatkan pentingnya meneladani sunnah Rasulullah dalam beribadah, baik dalam puasa, shalat tarawih, tilawah Al-Qur’an, sedekah, maupun menjaga akhlak. Ibadah yang sesuai tuntunan akan membawa keberkahan dan pahala yang lebih besar.
Selain bekal tersebut, beliau juga menekankan empat proses spiritual yang perlu diperkuat selama Ramadhan:
Muhasabah – yaitu introspeksi diri, mengevaluasi kekurangan, dosa, dan kelalaian agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Mujahadah – bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu, menjaga diri dari maksiat, serta meningkatkan kesabaran dan kedisiplinan ibadah.
Muroqobah – menghadirkan kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi setiap perbuatan, sehingga tumbuh keikhlasan dan kehati-hatian dalam bertindak.
Musyahadah – tingkat kesadaran spiritual yang lebih dalam, merasakan kedekatan dengan Allah sehingga ibadah dilakukan dengan penuh kekhusyukan dan kecintaan.
Suasana Tarhib Ramadhan berlangsung penuh kekhidmatan dan antusiasme. Para peserta mengikuti tausiyah dengan serius, berharap momentum ini dapat menjadi titik awal perubahan diri menuju pribadi yang lebih taat, lebih sabar, dan lebih berakhlak mulia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh keluarga besar pesantren dan masyarakat dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih, niat yang lurus, serta semangat meningkatkan amal saleh. Semoga Ramadhan menjadi sarana memperbaiki diri, memperkuat iman, serta melahirkan insan-insan yang lebih terpuji dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.
Jurnalis: SRJ










