Kasus Rudapaksa di Pasuruan Mandek, LSM GEMPAR Soroti Dugaan Pembiaran oleh Aparat

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 05:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​PASURUAN – RADARpagi. Id Penegakan hukum di wilayah hukum Polresta Pasuruan tengah menjadi sorotan tajam. Penanganan kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual (rudapaksa) yang menimpa seorang perempuan berinisial NSYD dilaporkan jalan di tempat. Kondisi ini memicu kritik keras dari berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga swadaya masyarakat yang mencium adanya indikasi ketidakseriusan aparat.

​Laporan yang telah masuk sejak 14 Maret 2026 tersebut hingga kini dinilai tidak menunjukkan progres signifikan. Mandeknya penyidikan ini menimbulkan tanda tanya besar: apakah ada kendala teknis, ataukah ada intervensi yang menghambat jalannya keadilan?
​Kronologi Kejadian: Jeritan Korban yang Belum Terjawab
​Berdasarkan dokumen Laporan Pengaduan Masyarakat (LPM), peristiwa kelam yang dialami NSYD—perempuan asal Ponorogo yang menetap di Prigen—bermula pada pertengahan Maret lalu. Berikut adalah poin-poin kronologi yang dihimpun:
​11 Maret 2026 (23.00 WIB): Korban dihubungi oleh terlapor untuk menjemput di wilayah Pesanggrahan.
​Perjalanan ke Pohjentrek: Dengan alasan waktu sudah larut malam, korban diajak menuju kediaman terlapor di kawasan Pohjentrek.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​12 Maret 2026 (05.30 WIB): Di lokasi inilah diduga terjadi tindakan kekerasan seksual. Meski korban telah melakukan penolakan secara tegas, terlapor diduga tetap memaksa melakukan hubungan badan.
​Pasca-kejadian, korban segera mengambil langkah hukum dengan melapor secara resmi ke Polresta Pasuruan pada 14 Maret 2026. Namun, hampir satu bulan berlalu, status hukum perkara ini masih dinilai abu-abu.
​LSM GEMPAR: “Hukum Jangan Sampai Tebang Pilih”
​Keterlambatan respons dari pihak kepolisian memicu reaksi keras dari LSM GEMPAR. Mereka menilai bahwa bukti dan kronologi yang disampaikan korban sudah cukup jelas untuk menjadi dasar tindakan cepat dari kepolisian.

​”Kami melihat ada kejanggalan serius. Jika kasus dengan alur sejelas ini dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian, maka patut diduga ada upaya perlindungan terhadap pihak tertentu,” ujar perwakilan LSM GEMPAR dalam keterangannya kepada media.

​Lembaga ini juga menegaskan akan membawa masalah ini ke ranah yang lebih tinggi apabila tidak ada transparansi dalam waktu dekat. Mereka berencana menyurati Mabes Polri dan Kompolnas untuk mengadukan dugaan kelalaian prosedur dalam penanganan kasus ini.
​Krisis Kepercayaan Terhadap Penegakan Hukum

​Mandeknya kasus NSYD dianggap sebagai preseden buruk bagi perlindungan perempuan di Pasuruan. Diamnya pihak otoritas dalam memberikan pembaruan status penyidikan (SP2HP) kepada publik atau korban memperkuat spekulasi adanya kekuatan tertentu di balik terlapor.
​Publik kini menuntut tiga hal utama kepada Polresta Pasuruan:

​Transparansi Total: Menjelaskan sejauh mana proses penyelidikan telah berjalan.
​Kepastian Hukum: Menetapkan status hukum bagi terlapor berdasarkan bukti-bukti yang ada.

​Integritas Institusi: Membuktikan bahwa hukum di Pasuruan tidak tajam ke bawah namun tumpul ke atas.
​Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak Polresta Pasuruan untuk mendapatkan klarifikasi resmi terkait kendala penanganan perkara ini. Ruang hak jawab senantiasa terbuka demi menjaga prinsip keberimbangan informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarpagi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Gelapkan Mobil Jaminan Fidusia, Seorang Debitur Dilaporkan ke Polresta Malang Kota
Ngopi Ngolah Pikir: Dari Realita Kehidupan Menuju Semangat Tanpa Batas
Pisah Sambut Kapolsek Kedamaian Berlangsung Khidmat dan Penuh Keakraban
BHAKTI PRATIWI RING AMRETA SABUANA DI BULAN SURA 2026
Tahun Baru Islam 1 Muharram, Komnas PPLH Gresik Ajak Hijrah Perbaiki Diri dan Jaga Alam
Perangkat Desa Jombangdelik Gresik Diduga Jadi Korban Penipuan Kades, Total Kerugian Puluhan Juta Rupiah
Pelarian Terduga Kasus Penipuan Akhirnya Diciduk Tim URC Polres Pasuruan Kota
Selamat & sukses acara PURNA SISWA KELAS VI SDN GELURAN 1 tahun ajaran: 2025-2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:01 WIB

Diduga Gelapkan Mobil Jaminan Fidusia, Seorang Debitur Dilaporkan ke Polresta Malang Kota

Jumat, 19 Juni 2026 - 04:03 WIB

Ngopi Ngolah Pikir: Dari Realita Kehidupan Menuju Semangat Tanpa Batas

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:52 WIB

Pisah Sambut Kapolsek Kedamaian Berlangsung Khidmat dan Penuh Keakraban

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:18 WIB

BHAKTI PRATIWI RING AMRETA SABUANA DI BULAN SURA 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:35 WIB

Tahun Baru Islam 1 Muharram, Komnas PPLH Gresik Ajak Hijrah Perbaiki Diri dan Jaga Alam

Berita Terbaru