“Jomplang! PAD dari BUMD Sampang Rp400 Juta, Gaji Direksi Hampir Rp3 Miliar”

- Penulis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG (radarpagi.id) – Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sampang kembali disorot tajam. Di tengah kecilnya kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), beban gaji direksi di lingkungan BUMD justru disebut jauh lebih besar daripada setoran dividen yang diterima pemerintah daerah, Sabtu (14/3/2026).

Data menunjukkan, pada tahun 2025 setoran dividen PT Geliat Sampang Mandiri (GSM) ke kas daerah hanya sekitar Rp400.950.000.

Namun angka tersebut berbanding terbalik dengan struktur pengeluaran perusahaan. Temuan audit BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur sebelumnya menyoroti besaran gaji direksi dan komisaris yang mencapai sekitar Rp30 juta per bulan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika dihitung, gaji dua direksi dalam satu perusahaan bisa mencapai sekitar Rp720 juta per tahun.

Masalahnya, PT GSM bukan hanya satu perusahaan. Sebagai holding BUMD, perusahaan ini memiliki tiga anak usaha dengan struktur manajemen yang relatif sama, yaitu:

– PT Sampang Sarana Shorebase (logistik dan pelabuhan migas)

– PT Sampang Mandiri Perkasa (niaga gas dan hilir migas)

– PT Sampang Mandiri Amanah (pengadaan barang dan jasa migas)

Jika tiap perusahaan mengeluarkan sekitar Rp720 juta per tahun untuk gaji direksi, maka total beban gaji di seluruh perusahaan dalam grup BUMD tersebut bisa mencapai sekitar Rp2,88 miliar per tahun.

Artinya, biaya gaji direksi hampir tujuh kali lebih besar dibandingkan PAD yang diterima daerah.

Ketua BIN DPD Jatim Arifin, yang dikenal sebagai pengamat dan pakar BUMD, menilai kondisi ini sebagai sinyal kuat adanya masalah serius dalam tata kelola perusahaan daerah.

“Kalau gaji direksi lebih besar dari PAD yang dihasilkan, ini jelas tidak sehat. Ini indikasi kebocoran keuangan BUMD,” tegas Arifin.

Ia menilai BUMD Sampang selama ini belum mampu memaksimalkan potensi ekonomi daerah, terutama sektor migas yang seharusnya bisa menjadi sumber PAD besar.

Arifin bahkan meminta pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan dan kinerja BUMD.

“Semoga bapak Bupati Sampang mendengarkan nasehat saya. BUMD ini harus segera dievaluasi. Ini kebocoran yang nyata,” ujarnya.

Menurutnya, tanpa pembenahan serius, BUMD berisiko berubah menjadi beban keuangan perusahaan, bukan motor penggerak ekonomi daerah seperti tujuan awal pembentukannya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarpagi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tambang Ilegal Bangkalan “Mati Suri” Ada Apa Dengan Penegak Hukum
Kapolres Pamekasan mengadakan kunker ke jajaran Polsek Tekankan Transparansi Anggaran, Jaga Kamtibmas, hingga Santuni Anak Yatim
Fakta Panas Persidangan: Nama Surya Nofiantoro Muncul, Peran Gelap Mulai Terendus
Fakta Mengejutkan, Nama Surya Nofiantoro Disebut-Sebut di Dalam Persidangan
Tangkap-Lepas 9 Terduga Judi Sabung Ayam, Ada Apa dengan Polres Bangkalan?
Adu Kelereng dan Kerapan Kelinci polres pamekasan tegaskan Mengandung Unsur Perjudian dan Pidana Penganiayaan Hewan
Pertunjukan Dimulai! Mabes Polri Resmi Ambil Alih Penanganan Laporan Lasbandra
Pendiri, Kaperwil dan Anggota Sepakat Tunjuk Noor Arief Prasetyo Sebagai Plt Ketua Umum KJJT
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 16:15 WIB

Tambang Ilegal Bangkalan “Mati Suri” Ada Apa Dengan Penegak Hukum

Jumat, 17 April 2026 - 00:02 WIB

Kapolres Pamekasan mengadakan kunker ke jajaran Polsek Tekankan Transparansi Anggaran, Jaga Kamtibmas, hingga Santuni Anak Yatim

Senin, 13 April 2026 - 05:11 WIB

Fakta Panas Persidangan: Nama Surya Nofiantoro Muncul, Peran Gelap Mulai Terendus

Sabtu, 11 April 2026 - 14:46 WIB

Fakta Mengejutkan, Nama Surya Nofiantoro Disebut-Sebut di Dalam Persidangan

Sabtu, 11 April 2026 - 10:03 WIB

Tangkap-Lepas 9 Terduga Judi Sabung Ayam, Ada Apa dengan Polres Bangkalan?

Berita Terbaru

Nasional

Perhutani Sediakan Lahan 40 Hektar untuk Ekspor Cabe Jawa

Kamis, 16 Apr 2026 - 11:26 WIB