MAKI Jatim dan Warga Jember Selatan Bersatu Tuntut IMASCO Tutup Beroperasi Serta Bertanggung Jawab Atas Dugaan Kelalaian, hingga Berpotensi dilaporkan Secara Hukum

- Penulis

Minggu, 26 April 2026 - 05:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember .radarpagi.id Gelombang protes warga terhadap aktivitas perusahaan IMASCO kian menguat. Ratusan masyarakat yang tergabung dalam gerakan Jember Selatan Bersatu menggelar konsolidasi bertajuk “Memahami Bersama, Mencari Solusi” di Jalan Sadengan, Puger, Kabupaten Jember, Minggu (26/04/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah penyatuan aspirasi berbagai elemen masyarakat yang selama ini mengaku terdampak langsung oleh operasional perusahaan tersebut. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua MAKI Jatim Heru Satriyo serta Ketua LSM Laskar Jahanam Dwi Agus Budianto.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam forum terbuka yang berlangsung penuh dinamika itu, warga menyampaikan berbagai keluhan serius. Salah satu perwakilan masyarakat mengungkapkan kekecewaannya terhadap IMASCO yang dinilai tidak menepati komitmen kepada warga sekitar.

Menurutnya, dalam radius sekitar dua kilometer dari kawasan operasional perusahaan, telah berulang kali terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan berat. Bahkan, insiden terbaru kembali menelan korban jiwa setelah seorang warga diduga terlindas truk kontainer yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan.

 

“Janji hanya tinggal janji. Fakta di lapangan, kecelakaan terus terjadi. Hari ini saja ada korban meninggal dunia. Kami hanya ingin keadilan dan keselamatan,” ujarnya tegas di hadapan peserta konsolidasi.

Kekecewaan warga semakin memuncak saat menyinggung nilai santunan yang dinilai tidak layak. Mereka menilai kompensasi sebesar Rp10 juta terhadap korban jiwa sebagai bentuk ketidakadilan yang melukai rasa kemanusiaan.

“Nyawa manusia tidak bisa dihargai dengan angka seperti itu. Ini sangat tidak manusiawi dan menyakitkan bagi keluarga korban,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua MAKI Jatim Heru Satriyo menegaskan komitmennya untuk mengawal persoalan ini hingga tuntas. Ia menyebut bahwa kasus ini tidak hanya menyangkut santunan, tetapi juga dugaan kelalaian serius dalam operasional perusahaan.

“Ini menyangkut nyawa manusia. Ada tanggung jawab hukum dan moral yang harus ditegakkan. Kami melihat adanya indikasi kelalaian serius, dan MAKI Jatim akan mendorong audit menyeluruh terhadap operasional IMASCO,” tegas Heru.

 

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum apabila ditemukan pelanggaran.

 

“Jika ada bukti penyimpangan, kami akan membuka jalur pelaporan hukum. Perusahaan tidak boleh lepas tangan dari dampak sosial yang ditimbulkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua LSM Laskar Jahanam Dwi Agus Budianto membakar semangat warga melalui orasi yang menyerukan pentingnya persatuan dalam memperjuangkan keadilan.

“Merdeka! Kita harus bersatu. Tidak ada lagi perbedaan kelompok. Kita semua adalah masyarakat yang menuntut keadilan!” serunya, disambut riuh massa.

 

Ia menegaskan bahwa perjuangan ini merupakan akumulasi dari berbagai persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat sekitar.

“Kalau ingin perubahan, kita harus bergerak bersama. Sejarah membuktikan, kekuatan terbesar ada pada persatuan,” lanjutnya.

Dalam perkembangan lain, terungkap bahwa lahan yang digunakan oleh PT IMASCO disebut merupakan milik PT PN1 Regional 4. Sejumlah kepala desa dikabarkan telah melayangkan laporan ke Polda Jawa Timur dengan batas waktu (deadline) tiga hari untuk tindak lanjut.

Di sisi lain, pihak Humas PT IMASCO menyampaikan bahwa sebanyak 322 dari total 440 karyawan merupakan putra daerah.

 

Namun, pernyataan tersebut diragukan oleh masyarakat karena dinilai tidak didukung data valid. Warga bahkan menilai adanya potensi penyimpangan yang bisa berujung pada pelaporan hukum.

Konsolidasi ini menjadi tonggak penting bahwa gerakan warga Jember Selatan kini tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Mereka telah menyatukan suara dan langkah untuk menuntut keadilan, keselamatan, serta tanggung jawab nyata dari pihak perusahaan atas dampak yang ditimbulkan. (Yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarpagi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Gelapkan Mobil Jaminan Fidusia, Seorang Debitur Dilaporkan ke Polresta Malang Kota
Ngopi Ngolah Pikir: Dari Realita Kehidupan Menuju Semangat Tanpa Batas
Pisah Sambut Kapolsek Kedamaian Berlangsung Khidmat dan Penuh Keakraban
BHAKTI PRATIWI RING AMRETA SABUANA DI BULAN SURA 2026
Tahun Baru Islam 1 Muharram, Komnas PPLH Gresik Ajak Hijrah Perbaiki Diri dan Jaga Alam
Perangkat Desa Jombangdelik Gresik Diduga Jadi Korban Penipuan Kades, Total Kerugian Puluhan Juta Rupiah
Pelarian Terduga Kasus Penipuan Akhirnya Diciduk Tim URC Polres Pasuruan Kota
Selamat & sukses acara PURNA SISWA KELAS VI SDN GELURAN 1 tahun ajaran: 2025-2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:01 WIB

Diduga Gelapkan Mobil Jaminan Fidusia, Seorang Debitur Dilaporkan ke Polresta Malang Kota

Jumat, 19 Juni 2026 - 04:03 WIB

Ngopi Ngolah Pikir: Dari Realita Kehidupan Menuju Semangat Tanpa Batas

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:52 WIB

Pisah Sambut Kapolsek Kedamaian Berlangsung Khidmat dan Penuh Keakraban

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:18 WIB

BHAKTI PRATIWI RING AMRETA SABUANA DI BULAN SURA 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:35 WIB

Tahun Baru Islam 1 Muharram, Komnas PPLH Gresik Ajak Hijrah Perbaiki Diri dan Jaga Alam

Berita Terbaru