Di Ujung Senja, Pensiunan AURI Dihadapkan pada “Hadiah” Pengosongan Rumah Dinas

- Penulis

Minggu, 26 April 2026 - 03:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Surabaya. Radarpagi.id Ironi terasa kental di Perum AURI, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo. Di saat banyak orang membayangkan masa pensiun sebagai waktu menikmati hari tua dengan tenang, Heru Arijanto (64), pensiunan AURI, justru menghadapi kenyataan pahit: sakit berkepanjangan dan ancaman kehilangan tempat tinggal.

‎Surat pemberitahuan bernomor B/213/IV/2026 yang ditandatangani Komandan Pangkalan TNI AU Mulyono, Ahmad Mulyono, S.E., M.M., menjadi semacam “kado” yang datang menjelang penghujung April. Isinya tegas, penghuni diminta angkat kaki dari rumah dinas pada 27 April 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Bagi sebagian orang, ini mungkin sekadar administrasi, namun bagi Heru, yang kini terbaring lemah diterpa sakit, surat itu terdengar seperti palu yang mengetuk habis sisa ketenangan di usia senja.

‎Negara rupanya punya cara unik mengenang jasa purnawirawan, ketika tenaga habis untuk mengabdi, yang datang bukan penghormatan, melainkan perintah pengosongan.

‎“Beliau sakit sudah lama, sekarang ditambah pikiran terkait harus angkat kaki dari rumah dinas,” ujar Budi, tetangga Heru, saat ditemui di sebuah warung kopi sekitar Perum AURI, Sabtu (25/4).

‎Di tengah narasi besar tentang penghormatan bagi veteran dan keluarga prajurit, kisah Heru seperti catatan kaki yang tercecer, mereka yang dulu mengabdi untuk pertahanan negara, kini justru harus bertahan mempertahankan atap di atas kepala.

‎Satirnya, rumah dinas yang dahulu menjadi simbol pengabdian, kini menjelma ancaman pengusiran. Seolah jasa seorang prajurit memang punya masa berlaku, dan setelah habis, yang tersisa hanya stempel, surat, dan tenggat waktu.

‎Publik pun bertanya, apakah penyelesaian persoalan rumah dinas harus selalu berujung eksekusi, bahkan terhadap pensiunan yang tengah sakit? Atau jangan jangan empati memang tidak termasuk fasilitas negara yang bisa diwariskan

‎Di usia 64 tahun, Heru bukan sedang meminta kemewahan, Ia hanya tampak berusaha mempertahankan ruang hidup di masa senja. Namun barangkali di negeri ini, menjadi tua setelah mengabdi pun masih bisa dianggap persoalan administratif.

‎Jika benar 27 April nanti pengosongan dilakukan, maka sejarah kecil akan tercatat di Sawunggaling seorang pensiunan yang dulu menjaga negara, di masa senjanya justru sibuk mencari perlindungan dari negaranya sendiri.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarpagi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Gelapkan Mobil Jaminan Fidusia, Seorang Debitur Dilaporkan ke Polresta Malang Kota
Ngopi Ngolah Pikir: Dari Realita Kehidupan Menuju Semangat Tanpa Batas
Pisah Sambut Kapolsek Kedamaian Berlangsung Khidmat dan Penuh Keakraban
BHAKTI PRATIWI RING AMRETA SABUANA DI BULAN SURA 2026
Tahun Baru Islam 1 Muharram, Komnas PPLH Gresik Ajak Hijrah Perbaiki Diri dan Jaga Alam
Perangkat Desa Jombangdelik Gresik Diduga Jadi Korban Penipuan Kades, Total Kerugian Puluhan Juta Rupiah
Pelarian Terduga Kasus Penipuan Akhirnya Diciduk Tim URC Polres Pasuruan Kota
Selamat & sukses acara PURNA SISWA KELAS VI SDN GELURAN 1 tahun ajaran: 2025-2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:01 WIB

Diduga Gelapkan Mobil Jaminan Fidusia, Seorang Debitur Dilaporkan ke Polresta Malang Kota

Jumat, 19 Juni 2026 - 04:03 WIB

Ngopi Ngolah Pikir: Dari Realita Kehidupan Menuju Semangat Tanpa Batas

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:52 WIB

Pisah Sambut Kapolsek Kedamaian Berlangsung Khidmat dan Penuh Keakraban

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:18 WIB

BHAKTI PRATIWI RING AMRETA SABUANA DI BULAN SURA 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:35 WIB

Tahun Baru Islam 1 Muharram, Komnas PPLH Gresik Ajak Hijrah Perbaiki Diri dan Jaga Alam

Berita Terbaru